Langsung ke konten utama

Malam Minggu ala Koas Obgyn UGM

Karena partus-partus sebelumnya selalu ngeliat ibu teriak-teriak kesakitan. kali ini saya memberanikan diri untuk megang pasien dari awal sampai akhir. bisa gak ya ibunya lebih nyaman lebih tenang sehingga gak teriak?

setelah ngobrol-ngobrol, sambil edukasi cara mengejan, dan bagaimana sakitnya kontraksi his itu. saya ambil kesimpulan ada beberapa kebutuhan si ibu yang belum terpenuhi agar dapat menjadi lebih tenang. 1) anak pertama, belum tau pengalaman lahiran normal 2) ada kerenggangan antara pasien dan penunggu saat itu 3) suaminya seperti takut dan si istri pengennya suami memberanikan diri

berdasarkan sok tau itu saya coba memberanikan diri untuk edukasi. supaya kebutuhan nomor 1 terpenuhi. alhasil bener aja si ibu penasaran terhadap beberapa hal dan cukup banyak bertanya. di akhir kita tutup dengan kalimat2 yang semoga aja bisa menguatkan si ibu dalam menahan rasa sakitnya.

sambil evaluasi persalinan (meletakkan tangan di perut ibu untuk menilai kontraksi his) di tengah-tengah kok si ibu megang tangan saya. waduh bahaya juga kalo suaminya cemburu gimana. akhirnya setelah selesai menilai kontraksi his saya izin pergi.

gak lama kemudian, di evaluasi yang selanjutnya. ternyata saya mendapati si ibu dan suaminya sedang berpegangan tangan. alhamdulillah suaminya ngerti dan kebutuhan no.3 pun terpenuhi.

bener aja selama fase sakit-sakitnya sampai lahiran, alhamdulillah si ibu gak pernah teriak sekali pun, Maksimal bilang ke saya kalau sakit banget dan rasanya gak kuat. kita yakinin aja kalau ibu pasti kuat dan ibu udah diberi amanah Allah untuk punya bayi, suatu hal terkeren yang hanya diberikan kepada ibu bahkan tidak semua ibu.

lahiran pun alhamdulillah lancar, ibu aman, bayi aman.

"Mengapa kita memberi setengah ketika kita mampu memberi penuh? Mengapa kita beri setengah ketika orang yang ingin kita beri worth it untuk diberikan penuh? Berilah perhatian penuh sesuai porsi dan kapasitas, niatkan untuk ibadah, niatkan untuk membahagiakan orang lain."

***

Pertama kali ikut SC dan dikasih kesempatan oleh dr. laili jadi asisten bersama 2 asisten operasi yang lain. operasi dimulai dengan pembacaan status pasien lalu berdoa. bismillah operasi pertama pakai mode steril.

operator dr. laili yang sudah piawai tetap memberikan kesempatan pada koasnya yang butiran debu. pasti ada aja amanah yang dr. laili coba berikan kepada kita. "dek kamu pegang ini. dek ayok di dep. dek sekarang kamu kaya gini." dan dek dek seterusnya. padahal itu menjelang tengah malam yang logikanya pasti ingin cepat selesai agar cepat pulang.

yang unik dari operasi ini. 2 as.op lain 1nya bapak-bapak 1nya lagi mas-mas ada 1 orang yang "ih". yang bapak-bapak udah ketemu di ruang ganti dan cukup ramah. semua berawal dari koas yang amatiran.

ketika dr. laili bilang A, saya melakukan A tetapi kurang baik, si mas X langsung ngeluh dan ngambil alih kerjaan A. dr. laili lalu memberitahukan apa kesalahan saya dan ke depannya tetap memberikan amanah A. walaupun si mas X kadang masih ngeluh. senang rasanya ketika kerjaan A bisa juga dilakuin dan si X diem.

positive thinking mungkin si mas X capek kali ya, pengen cepet pulang. atau memang asisten operasi harslah seperti itu, bersikap tegas. tegas memang mutlak, tapi saya rasa perasaan "kamu tidak bisa dan saya bisa" haruslah dihapuskan dari kamar operasi

pesan saya. hati-hati terhadap rasa "saya bisa dan kamu tidak bisa". bisa jadi kebisaan itu timbul karena kita lebih dahulu belajar sedangkan orang lain baru saja belajar. lalu suatu saat nanti orang lain itu menjadi lebih bisa daripada kita. atau ternyata orang yang kita remehi itu punya suatu keahlian yang sangat kita butuhkan.

Orang bijak bilang "jangan pernah remehkan orang lain. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang dapat terjadi di masa depan"

Kalau punya ilmu lebih hebat, amalkanlah ilmu tersebut pada kebaikan, dan bagikanlah agar menjadi amal yang terus menerus.

Disadur dari akun line @amgah
copyright to amgah.blogspot.com

sumber gambar:
momjunction.com
glamox.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koas Mata di FK UGM

15 April 2016, stase THT resmi berakhir. Senang karena telah rampung 1 stase, senang karena semakin dekat dengan kelulusan, senang THT dapat berakhir bahagia. Yeyeyeyeyey akhirnya selesai juga. Namun di saat yang sama, tiba-tiba rindu datang bersama langkah kaki yang menjauhi THT.                 Mata adala stase ke-2ku setelah THT. Jadwal kelompokku adalah jadwal yang terbilang “unik”. Stase-stase kecil (stase 4 minggu) ditaruh di awal, lalu stase besar (10 minggu) semua berderet di akhir. Pepatah berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian sama sekali tidak dapat diterapkan pada kasus kami. Peribahasa kami adalah bersenang-senang dahulu lalu berenang tergopoh-gopoh kemudian. Sekarang kita akan masuk ke dalam dunia mata, dunia yang terdiri dari sebuah bola dengan berbagai macam struktur di dalamnya. Tahukah kamu bahwa salah satu struktur di mata bernama iris, iris merupakan bahasa latin yang berarti pelangi. Apakah Jamrud ketika membuat lagu pelangi di matamu dia belajar kedokteran?…

Mengapa Aku Menikah Part 1

Prolog
Berulang kali tulisan ini aku biarkan terkatung dalam daftar draftKenapa harus aku post? orang yang tidak percaya akan menghina minimal mengingkari. Orang yang percaya tak perlu repot-repot baca ini karna sudah percaya. Orang yang bingung? hm. Karena terhenti pada kalimat tanya itu akhirnya memberanikan diri untuk merampungkan Mengapa Aku Menikah.
Cukup banyak yang bertanya "kok bisa sih? gimana ceritanya?" tak sedikit pula yang meminta "di post dong di blog" Pertanyaan bisa kujawab namun postingan blog kadang kutolak.  Modal dari membaca ini mungkin sebuah keraguan. Aku pun menikah berawal dari keraguan, dulu aku ragu karena sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang mainstream aku tak punya penghasilan. Namun waktu berjalan akhirnya menyadari bahwa keraguanku bukan semata-mata karena penghasilan. Keraguanku muncul akibat aku lemah ilmu, tak punya ilmu mengenai pernikahan.
Tak perlu aku jelaskan panjang lebar mengenai pencarian orang, siapa jodohku?. Kare…

Intermezzo Metafisis, Struktur Tulang dan Analoginya

1. Diafisis: bagian tengah, yang panjang
2. Epifisis: bagian ujung ujung, proximal dan distal (pangkal dan akhir)  3. Metafisis: di antara. Saat tulang masih tumbuh terbentuk metafisis di antara epifisis (ujung) dan diafisis (tengah). Seperti ada celah agar tulang bisa menambah panjangnya. Kalau tidak ada celah tersebut tulang seperti tidak bisa bergerak karena sudah tak ada ruang kosong. “Celah” / ruang di antar tersebut terisi oleh epifisial growth plate. 

Saat tulang sudah berhenti tumbuh, epifisal growth plate akan hilang terganti oleh epifisial line. Lucu ya, epifisial growth plate seperti “memberikan” ruang pada tulang agar ia dapat tumbuh. Namun ketika ia sudah tumbuh, tulang “menggantikan”nya dengan yang lain, yaitu epifisial line. 
Jika dianalogikan dengan kehidupan seperti tak tahu diuntung. Namun jika dilihat dari sisi yang lain, mungkin saja si epifisial growth plate tidak ikut tumbuh bersama tulang. Sehingga tulang menjadi “terlalu baik” unt…