Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Lebih Sedih dari Filmnya Makoto Shinkai

Bagi penikmat anime jepang, nama makoto shinkai sudah tidak asing lagi. Beberapa karyanya adalah "5cm per second", "the garden of words", dan "kimi no nawa/your name". Karyanya sangat indah dari segi plot cerita dan plot tempat.Bagi yang menyukainya, pasti setuju filmnya sangat menyentuh. Sedih tapi nagih. Ternyata ada yang lebih sedih daripada menonton film makoto shinkai. Apa itu? Mengalaminya langsung.Eh tapi, ada yang lebih sedih lagi daripada itu. Yaitu tidak bisa mendapatkan cintanya AllahJika di film-film makoto shinkai kita dihadapkan oleh rasa cinta antar manusia. Di dunia nyata kita dihadapkan oleh rasa cinta seorang hamba kepada tuhannyaMencintai Allah adalah perasaan yang sangat indah. Sudahkah kita benar-benar mencintai Allah? Dan mencari cintaNya Allah? Sudahkah kita berintrospeksi diri... Melihat kembali syahadat kita, apakah ada kesyirikan yang terselip di sana? Solat, Sudahkah sesuai tuntunan Rasul? Puasa? Zakat? Sangat ingin pergi ke me…
Postingan terbaru

Suka dan Benci

*bikin pengumuman*
A: karena xxx maka xxx ditutup, dan akan dibuka kembali insyaaAllah xxx
B: kok pake insyaaAllah? InsyaaAllah nya dihapus aja itu
A:....
*** وَلاَتَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا {23} إِلآ أَن يَشَآءَ اللهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِي رَبِّي لأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا {24}
“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya kau akan mengerjakan itu besok pagi’, kecuali (dengan menyebut), ‘Insya-Allah’. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini’.” (QS. Al-Kahfi: 23-24)
Read more https://konsultasisyariah.com/10439-mengatakan-insya-allah.html
*** Siapa yang bisa memastikan? Tidakkah banyak orang yang kemarinnya sehat tiba-tiba besoknya meninggal?
***  Masih orang yang sama di waktu yang lain
*adzan dzuhur* A: mbak C, sholat (dzuhur) dulu ya C: oke B: Lah kok sholat?! liat itu pasiennya ma…

Kepada yang Aku Sayang

Baik yang meyayangi atau pun tidak, dan bukan untuk keluarga karena berbeda ungkapan, mereka lah yang pertama dan utama
***
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Aku memuji Allah Rabb semesta alam yang dengan kuasaNya mempertemukan kita di sini Sholawat serta salam kepada nabi Muhammad ﷺ    
Semoga Allah memberikan taufikNya agar kita mampu mengamalkan agamaNya
menjadikan kita orang yang ketika diberi nikmat bersyukur, diuji - bersabar, dan menjatuhkan diri dalam maksiat -  meminta ampunan kepadaNya
***

Tadi pagi bertemu dengan orang yang sangat was-was karena menderita penyakit X. Ketakutan dengan penyakit yang dialaminya.  Alih-alih menerima, ia panik bukan main, bertanya ini-itu yang tidak diperlukan dan hanya menambah ketakutan. Di satu sisi kita harus memahami ketakutannya. Di sisi lain sampai kapan kita membiarkan saudara-saudara kita terus menjadi manusia yang tidak mampu mengenal Tuhannya?
(catatan: penyakit yang ia alami sebenarnya penyakit ringan. Namun akibat salah menyikapi …

Akhir yang Indah

Kehilangan sosok bapak X, seorang keluarga pasien yang rajin mencari ilmu agama di tengah kesulitannya. Waktu itu setelah solat dzuhur dan pembacaan kultum rutin di masjid rumah sakit, sang bapak menyapa
"enak ya di sini"
"enak gimana pak?" aku balas
"dibacain kitab (syarh riyadush sholihin/bahjatun nadzhirin syaikh salim bin ied)"
"wah iya enak pak"
"jelas lagi bacainnya. Seneng saya mendengarnya"
*senyum, mengangguk, dan melanjutkan pembicaraan*

Esoknya aku pun turun jaga (libur setelah shift jaga). Ternyata keluarga yang ia tunggui menjadi tiada, dipanggil oleh Yang Maha Esa. Kalau tidak salah hari itu hari Jum'at, dimana ada kekhususan sabda Rasulullah tentang meninggal di hari Jum'at. (klik di sini untuk mengetahuinya)

Senang sekali aku menemukan orang-orang yang semangat mencari ilmu agama di tengah kesibukannya. Bahkan di tengah-tengah musibahnya. Sosok sang bapak membawa pertanyaan

Bisakah kita sebagai seorang muslim t…

Sukses itu Relatif? Inilah sukses yang sebenarnya

Sunnah tentang Cita-cita

bahasa Indonesia + Matan hadits:

dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, , Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يُؤْتَى بِأَنْعَم أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً ، ثُمَّ يُقَالُ : يَا ابْنَ آدَمَ؛ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ يَا رَبِّ.

وَ يُؤْتَى بِأَشَدِّ النَاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطٌّ، وَ لَا رَأَيْتُ شِدَّةٌ قَطٌّ.

“Pada hari kiamat akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai manusia, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku…

Anak Saya Laki-laki atau Perempuan Dok?

Pertanyaan seperti itu bisa jadi 99.5% yang kita jumpai ketika USG kehamilan. Sedangkan 0.5% "anak saya sehat dok? (dan yang serupa)"

Setelah sesi USG berakhir, kebanyakan guru kita mendidik "Kenapa ya masyarakat sekarang selalu bertanya jenis kelamin. Padahal kan yang lebih penting adalah kesehatan si bayi"

dan detik ini saya menemukan bagaimana Islam mengajarkan hal tersebut

Islam itu sempurna, tidak perlu ditambah dan tidak pula dikurangi (dengan tidak memelajarinya)


copyright to amgah.blogspot.com

sumber video:
- https://www.youtube.com/watch?v=4moMil1hX_c&t=66s&index=8&list=PLUuYlj8dcEXaK50VPcPUdI6UEtqGiVTrx

Cerita Malam Jumat

Ada orang meninggal, salah satu anggota keluarganya paham agama.

Dia bahagia dengan kepergian anggota keluarganya di hari Jumat. Karena yakin akan sabda Rasulullah tentang meninggal di hari jumat.

Di lain cerita ada anggota keluarga yang menangis histeris hingga teriak teriak. Padahal Allah melarang nya melalui sabda rasulNya.

Ternyata... Belajar ilmu agama ngaruh banget ya.. "dulu aku merasa mereka berlebihan dalam beragama. Ternyata aku lah yang terlalu mencintai dunia"

Allâh Azza wa Jalla berfirman:  وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. [Al-A’lâ/87: 17]

copyright to amgah.blogspot.com

Sumber gambar:
- https://www.nbcnews.com/better