Langsung ke konten utama

Postingan

Apakah menjadi dokter bisa bahagia? Temukan jawabannya di sini

Memperkenalkan まいまい/めいめい (dikasih nama sama pandhu). Kucing adopsiannya amek/zakky yang dapet dari temannya teman doi. Kita bertiga punya andil dalam merawat si まいまい
Kenapa dipost? Karna saya punya cerita menarik #sok.

Jadi untuk teman2 yang fk, tau sendiri koas abis jaga malam penatnya kaya apa. Untuk teman2 non-fk anggaplah seperti kerja lembur semalaman di kantor dan baru bisa pulang besok paginya. Capek dan males banget gaksih.

Begitu pulang dari jaga malam, kita bertiga (sendiri-sendiri tapi) disambut sama まいまい. Baru naro tas nih, tiba-tiba dia lari entah dari mana nyamperin dan ngeong ngeong. Mungkin kalo ada konyaku penerjemah dia bilang おかえり なさい (welcome back).

Asik banget tuh abis penat penat dari RS, disambut sama まいまい yang lucu tapi ngerepotin. Dah tuh abis ngeong-ngeong elus dikit diem. Laper kan abis jaga, yaudah makan. Tapi sayangnya まいまい gakmau ditinggal sendirian.

Alhasil lompatlah dia ke kursi meja makan dan ngeong lagi. Udah mau manjat meja makan tuh. Sebelum makanan …
Postingan terbaru

Hari Terakhir RSUD Banjarnegara

00:54 tiba-tiba tangan menulis

hari terakhir banjar

Part 1.
salah satu yang paling bikin kangen rsud ini adalah kenyamanan untuk ngurusin pasien bangsal. setiap ke bangsal kita ngobrol sama perawatnya. bisa banget kita tanya gimana hasil lab udah keluar belum, gds, usg, dan lainnya. perasaan memiliki bangsal yang sangat berharga untuk pendidikan.

"Pagi mbak/pagi mas"
"Pagi dokk"
"Ada pasien baru gak hari ini?"
"Ada dok semalem 2. Nomor ini dan ini"

"Mbak/mas dawet yang enak di sini dimana ya?"
"Oh di pasar. Di *ini ini ini*"

"Eh masnya udah mau selesai ya koasnya?"
"Ya aamiin deh mbak desember insyaAllah selesai"
"Oh pantes ya keliatan kalo manajemen pasien"
Dan lain sebagainya

Minimal kita mengerjakan kewajiban koas. lebih bagus lagi bisa ngobrol hal hal ringan non-medis. secara tidak langsung mengajarkan apa itu inter-professional education. suplemen luar biasa dari textbook atau pun lecture. k…

Terima Kasih Dokter Thomas

#Koas FK UGM Ilmu Penyakit Dalam RSUD Banjarnegara
Hari ini tugas refleksi kasus kami rampung *yeay*. Namanya dr. Thomas Effendi spesialis penyakit dalam. Konsulen kesayangan kami di Banjarnegara yang sangat kami hormati. Kebaikan hati beliau disimpan oleh puluhan mungkin ratusan koasnya. Sebut saja dr. Endro, residen penyakit dalam yang dulu koas di tempat yang sama, masih menyimpan kesan betapa baiknya dr. Thomas.                 ‘One of the best consultant and teacher that I ever met’ terkesan berlebihan memang. Namun, kalau kita tanya ke pensiunan koas IPD Banjarnegara, siapa yang tidak mengiyakan? Kebaikan pertama: sudah jadi omongan langit bahwa koas IPD di Banjar benar-benar menjadi dokter muda. Loh kan situ memang dokter muda?. Yes, tapi tidak melulu dokter muda bisa menjadi dokter muda. Di Banjar, kita benar-benar memanajemen pasien, keputusan kita benar-benar dianggap. Kasarnya hidup matinya pasien, memburuk membaiknya pasien, ada peranan kita di situ, suatu hal yang hmm ber…

Akhir Juli 2017

بارك الله
1.
Palembang 2013
"Halo, aku Amgah dari UGM”
“Hoy, gue Tranggana dari Unpad, ini sebelah gue yang agak bule namanya Gwetta. Itu di sana yang punya pacar sendiri namanya Anty. Kita semua dari Unpad”
Bandung 2014
"Gah, ini wajib kamu foto. Tebing Instagram, pokoknya semua yang pernah ke tebing ini pasti difoto terus dimasukkin ke Instagram”
“hahaha iya Nty bentar. Nyalain HP dulu”
“Nanti kalau udah pokoknya harus kamu tulis ya. Aku tunggu di amgah.blogspot.com”
“siap bos” http://amgah.blogspot.co.id/2014/12/bandung-25-desember.html


Yogyakarta 2017
*liat video persembahan dari kakak tingkat untuk mahasiswa baru di kampusnya Anty*
"Oi Nty LOL banget muka mu di situ"
"HAHAHAHAHAHA GAHHH MUKAKUUU. Piye kabarmu Gah?"
"Baik alhamdulillah. Masih koas nih. Kamu apa kabar? Rencana kapan akad?"
"Rencana tanggal XXX gahhh tolong diagendakan yahhh"

Barakallahu lakum wa baraka alaikum (mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kali…

Kotonoha no Niwa

言の葉の庭
1.
Waktu itu jam tangan menunjukkan 11.30. Aku duduk bersila dan bingung, apa lagi yang bisa dikerjain ya? Sudah berapa kali ornamen masjid kuamati dan memang takkan ada perubahan. Karpet hijau membentang dari depan hingga belakang, dinding yang dihiasi dengan waktu shalat, mimbar Masjid dengan lafadz Allah, dan mikrofon yang belum dikumandangi azan dzuhur. Aku yang datang bersama temanku, dia menolak untuk diganggu dan sedang asik dengan HPnya. Akhirnya aku melihat tumpukan buku dan di antaranya ada kitab Riyadhus Shalihin. Wah lumayan lah baca-baca, daripada bengong.

Tidak sulit mengambil buku itu di antara tumpukan buku yang lain. Bagian sulitnya adalah memahami isi buku tersebut. Setelah melihat daftar isi kuputuskan untuk membaca bab 3. Sabar. Aku heran dengan kata sabar. Sering sekali kata itu muncul dari mulut orang-orang "Sabar ya." Sebenarnya apa sih yang dimaknai dari kata "sabar"? ketika ribuan orang bilang "sabar ya" apakah semua orang t…

Virus Ceria di Tengah Pancaroba

拝啓  Di suatu senja ketika matahari mulai terbenam, sebagai koas yang tengah jaga malam aku seperti biasa pergi ke bangsal. Koas pun menyapa "sore pak/sore bu" namun tak ada balasan, dilihat pun tidak. "pak/bu saya di sini loh. saya di sini" dalam hati. Adakah selama ini aku menyapa sendiri? yah bertepuk sebelah tangan. Baiknya senyumin aja, siapatahu yang disapa sedang ada masalah besar atau pernah disakiti oleh koas (jangan salah, banyak juga koas kurang ajar soalnya).

Fenomena macam itu sejujurnya cukup sering saya alami sebagai koas, namun perlu penilitian lebih lanjut. Hipotesa saya dari 10 sapaan, ada sekitar 3-4 yang pungguk merindukan bulan. tapi yang saya sayangkan, fenomena tersebut malah mendorong koas untuk berhenti menyapa duluan. Apakah karna takut cinta tak berbalas? atau ada faktor lain? beberapa bilang "buat apa nyapa tapi dijutekkin?" Benar juga sih. Aku pun kadang enggan menyapa karena takut. Padahal, kadang rezeki dimulai dari sapaan, l…

Koas Bedah Banyumas dalam Sepenggal Kata

RSUD Banyumas, luar kota yang sejauh ini paling klik (setelah RSA). Bukan karena SNI, namun karena gabungan semua aspek yang menjadikan RS ini jodohnya koas. Variabilitas kosan, keramahan perawat, kesukarelaan konsulen dalam mengajar, dekatnya dengan Purwokerto sampai dengan tempe mendoan.


Hari pertama seperti biasa administrasi. Satu-satunya hari dimana kita dapat berangkat 07.30. Sisa hari lainnya menjadi rutinitas bahwa kaki di sini harus melangkah sekitar pukul 6 (koas saraf, anak, IPD). Namun bedah dan jiwa cukup spesial karena dapat plusplus dari 6.
Kegiatan koas bedah dimulai bergantung pada visite residen. Jika residen visite jam 7, kita bisa berangkat dan visite pribadi sebelum pukul 7. Bergantung jumlah pasien yang kita visite dan kompleksitas keadaan. Kalau residen visite pukul 6.30, ya disesuaikan.
Setelah visite pagi, dilanjutkan visite/poli/IBS sesuai dengan titah konsulen hari itu. Entah mengapa semua koas banyumas bisa serentak, kita selalu ada waktu kosong antara vis…