Langsung ke konten utama

Postingan

Iblis ikut Sholat

Ada diskusi dari 1 orang di suatu negara, yang kurang lebih mengatakan "saya lebih baik solat bersama iblis. daripada harus merapatkan shof. shof itu ajaran kelompok tertentu. saya malah bersyukur iblis mau ikut sholat"
maka saya sampaikan, meluruskan dan merapatkan shof adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menghina ajarannya, tidakkah sama dengan menghina beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Era digital membuat hadits shohih begitu banyak tersebar. silahkan mencari di sumber-sumber terpercaya akan kita temukan begitu banyak hadits shohih tentang lurus dan rapatnya shof.
Lalu iblis ikut sholat bukan karena taubat. melainkan murni untuk selalu mengganggu manusia dalam sholatnya. Pernahkah kita temukan ayat di quran bahwa iblis taubat dan masuk surga? iblis adalah musuh abadi manusia hingga hari kiamat dan tempat kembalinya hanyalah neraka.
berikut salah satu hadits shohih tentang lurusnya shof. dan ini adalah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Postingan terbaru

Kisah 2 Pemimpin

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Aku merasakan 2 kepemimpinan muslim yg berbeda jauh. Jangan fokus menerka siapa pemimpinnya tapi fokuslah kepada masalah yang akan aku ceritakan. Bisa aja pemimpin itu malah diriku sendiri, lalu aku ceritakan sebagai bahan pelajaran untuk kita semua.

Pemimpin A:
muslim, loyal terhadap muslim, kalau kita ngingetin solat, dia ikut solat, kalo ada dilema dan dia punya ilmu agama, dia ikutin agama di atas akal (contoh; *contohnya vulgar sehingga tidak aku ceritakan, tapi kalian pasti paham firman Allah mana yang sering didebat oleh orang*). Orang yang imannya hanya sampai lisan bakal punya banyak alasan untuk mendebat Qur'annya Allah. tapi orang yang beriman cukup "karna Allah nyuruh kita begini"

pemimpin B:
muslim, loyal terhadap orang yang kufur kepada nikmat Allah. pun tidak, maka ia banyak melakukan dosa besar* (contoh; seneng ghibah) atau punya banyak sifat kemunafikan* (membenci apa yg dilakukan orang beriman dan m…

Keliru Makna Nasihat, Apa yang Benar?

Nasihat dalam bahasa Indonesia berarti ajaran/pelajaran baik: anjuran. [dan lebih lengkapnya ada di https://www.kbbi.web.id/nasihat]. Tahukah kita bahwa nasihat adalah serapan bahasa arab? Nasihat dalam bahasa Arab النَّصِيْحَةُ ternyata maknanya lebih luas dari nasihat dalam bahasa Indonesia.

Ternyata  النَّصِيْحَةُ  bermakna menginginkan kebaikan untuk yang lain. Caranya? apapun itu. sehingga nasihat dalam bahasa Indonesia hanya sebagian kecil dari makna nashihah yang sesungguhnya. Maksudnya; memberikan anjuran/pelajaran baik hanya sebagian kecil dari makna menginginkan kebaikan untuk yang lain.

Mendoakan orang lain adalah nashihah, sedekah kepada orang yg membutuhkan adalah nashihah. segala sesuatu yang merupakan bentuk dari menginginkan kebaikan untuk yang lain adalah Nashihah .Apakah perbedaan ini salah? tidak

Arti dari suatu kata diserahkan kepada masing-masing pemilik bahasa. Namun ketika membahas suatu konteks pembahasan, harus dikembalikan lagi kepada konteks yang sesungguhn…

Enaknya (Bos) Ngaji

waktu itu bulan ramadhan, menjelang 10 malam terakhir

pemberi kerja/si bos (y): "x, gaji bulan ini udah saya transfer, tolong dicek"

x "oke pak/bu. besok mulai lagi (pekerjaannya)?"

y "gausah. kamu fokus aja mencari malam yang lebih baik dari 1000 bulan"

x "masyaaAllah... beneran pak/bu? tapi berarti saya makan gaji buta dong? saya kembalikan 3/4nya ya? (cuma kerja 1/4 bagian)"

y "enggak, tolong diterima. Itu sodaqoh saya"

baik banget pemberi kerja. telah mengetahui keutamaan malam lailatul qadr dan membebaskan pegawainya untuk mencarinya.

semoga Allah memudahkan rizkinya, memberinya kebaikan, dan mengumpulkan orang-orang berilmu seperti bapak/ibu tersebut dalam surgaNya

***
Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا …

Ikhlas atau Munafik

1.
Berkata imam An-nawawi rahimahullah1

"Kemudian jika ia melakukan hal itu (2 syahadat, solat, dan zakat) dengan niat yang ikhlas lagi baik, maka ia orang yang beriman. Jika ia melakukan hal itu karena pura-pura (taqiyyah), atau takut pada pedang, seperti orang munafik, maka perhitungannya diserahkan kepada Allah, dan Dialah Yang Menguasai segala rahasia.

Demikian pula siapa yang shalat dengan tanpa wudhu atau mandi dari jinabat, atau makan di rumahnya dan mengklaim berpuasa, maka perbuatannya diakui, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah. Wallahu a'lam"



Faedah yang kita ambil dari perkataan beliau adalah;
- ikhlas atau tidak ikhlas orang lain adalah hak Allah untuk menghisabnya
- ikhas atau tidak ikhlas diri sendiri adalah kewajiban kita untuk mengerjakan yang ikhlas jika ingin menjadi orang beriman

***
2.
Fenomena yang ada sekarang adalah sama-sama Islam, syahadatnya sama, sholatnya sama, zakatnya sama, tetapi perilakunya berbeda. Ada yang perbedaanya dal…

Standar Ganda

a berkata pada b "Jangan merasa paling benar sendiri!"
berarti a mengatakan "b, kamu juga bisa saja salah"

permasalahannya adalah keduanya sama-sama merasa benar. lantas apa yang menjadi pembeda antara benar dan salah?

seorang muslim menjadikan al Qur'an sebagai furqon, pembeda yang benar dan yang salah. bahasa halusnya pembeda yang haq dan yang bathil. namun ternyata masih saja ada ujian ketika al Qur'an disalahartikan. Sebagian orang membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar

Allah sendiri sudah berkata di dalam Qur'an bahwa pemahaman yang paling benar adalah pemahaman sahabat dan bukan pemahaman orang kekinian yang berkata ini itu tentang Qur'an, sekalipun dia kyiai atau profesor.

Allah berfirman dalam surat at taubah ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِ…

Tidak Pantaskah?

Katakan ekstrak kulit manggis, konstruksi iklan mengatakan ekstrak itu baik. Orang tanpa ilmu tetapi berilmu dengan konstruksi sosialnya, baik karena iklan atau omongan orang pasti menganggap "ekstrak itu baik". Karena yang diketahui adalah baik, berasal dari konstruksi sosial.

Akan tetapi orang yang memiliki ilmu di bidang tersebut akan kritis. Ekstrak kulit manggis itu beneran baik? atau b aja? atau malah harmful? Kalau ini baik, seberapa banyak yang dibutuhkan? apakah bisa menjadi tidak baik kalau terlalu banyak? Ia akan mendalami dan menemukan jawaban apakah ekstrak kulit manggis benar benar baik atau tidak.

Logika ini juga berlaku untuk Islam, jenggot, cadar, dan tidak isbal (cingkrang) yang sekarang ini banyak disalahpahami.

orang-orang yang berilmu akan terus mendalami dan mencari kebenaran
orang-orang yang belum berilmu akan tersetir oleh konstruksi sosial

orang cenderung mengikuti konstruksi sosial karena mudah, tidak perlu research, dan tidak perlu belajar

pertany…