Langsung ke konten utama

Postingan

Ikhlas atau Munafik

1.
Berkata imam An-nawawi rahimahullah1

"Kemudian jika ia melakukan hal itu (2 syahadat, solat, dan zakat) dengan niat yang ikhlas lagi baik, maka ia orang yang beriman. Jika ia melakukan hal itu karena pura-pura (taqiyyah), atau takut pada pedang, seperti orang munafik, maka perhitungannya diserahkan kepada Allah, dan Dialah Yang Menguasai segala rahasia.

Demikian pula siapa yang shalat dengan tanpa wudhu atau mandi dari jinabat, atau makan di rumahnya dan mengklaim berpuasa, maka perbuatannya diakui, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah. Wallahu a'lam"



Faedah yang kita ambil dari perkataan beliau adalah;
- ikhlas atau tidak ikhlas orang lain adalah hak Allah untuk menghisabnya
- ikhas atau tidak ikhlas diri sendiri adalah kewajiban kita untuk mengerjakan yang ikhlas jika ingin menjadi orang beriman

***
2.
Fenomena yang ada sekarang adalah sama-sama Islam, syahadatnya sama, sholatnya sama, zakatnya sama, tetapi perilakunya berbeda. Ada yang perbedaanya dal…
Postingan terbaru

Standar Ganda

a berkata pada b "Jangan merasa paling benar sendiri!"
berarti a mengatakan "b, kamu juga bisa saja salah"

permasalahannya adalah keduanya sama-sama merasa benar. lantas apa yang menjadi pembeda antara benar dan salah?

seorang muslim menjadikan al Qur'an sebagai furqon, pembeda yang benar dan yang salah. bahasa halusnya pembeda yang haq dan yang bathil. namun ternyata masih saja ada ujian ketika al Qur'an disalahartikan. Sebagian orang membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar

Allah sendiri sudah berkata di dalam Qur'an bahwa pemahaman yang paling benar adalah pemahaman sahabat dan bukan pemahaman orang kekinian yang berkata ini itu tentang Qur'an, sekalipun dia kyiai atau profesor.

Allah berfirman dalam surat at taubah ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِ…

Tidak Pantaskah?

Katakan ekstrak kulit manggis, konstruksi iklan mengatakan ekstrak itu baik. Orang tanpa ilmu tetapi berilmu dengan konstruksi sosialnya, baik karena iklan atau omongan orang pasti menganggap "ekstrak itu baik". Karena yang diketahui adalah baik, berasal dari konstruksi sosial.

Akan tetapi orang yang memiliki ilmu di bidang tersebut akan kritis. Ekstrak kulit manggis itu beneran baik? atau b aja? atau malah harmful? Kalau ini baik, seberapa banyak yang dibutuhkan? apakah bisa menjadi tidak baik kalau terlalu banyak? Ia akan mendalami dan menemukan jawaban apakah ekstrak kulit manggis benar benar baik atau tidak.

Logika ini juga berlaku untuk Islam, jenggot, cadar, dan tidak isbal (cingkrang) yang sekarang ini banyak disalahpahami.

orang-orang yang berilmu akan terus mendalami dan mencari kebenaran
orang-orang yang belum berilmu akan tersetir oleh konstruksi sosial

orang cenderung mengikuti konstruksi sosial karena mudah, tidak perlu research, dan tidak perlu belajar

pertany…

Melamar Kerja di Kerajaan

Baru lulus tapi masing nganggur?
Bosan dengan pekerjaan yang itu-itu saja?
Merasa bos kita semena-mena?
Gaji kurang?
Melamar saja di kerajaan!




Sudah tau belum kalau masih ada sebuah kerajaan di Indonesia (sebenarnya di seluruh dunia sih) dan kita bisa melamar pekerjaan di sana? Posisinya adalah sebagai orang yang dicintai oleh Raja. Gaji? Lebih dari hanya sekadar "gaji".

Raja menjanjikan "Siapa yang berusaha/melamar menjadi orang yang dicintai oleh-Nya maka Raja menjadikan urusannya mudah dan memberinya rizki dari arah yang tidak pernah ia duga"

Kita sedikit keluar dari sayembara Raja dan mengingat sedikit kalau kita dekat dengan polisi, bukankah urusan dengan polisi lebih mudah? Dekat dengan dokter, urusan medis jadi mudah, dekat dengan orang paham pajak bisa dibantu ngisi SPT pajak. Dekat dengan pemerintah, perizinan lebih mudah.

Nah yang kita berusaha dekati adalah Raja dari segala raja. Raja yang memiliki semua ilmu. Raja yang memberikan rizki kepada seluruh …

Luasnya Ampunan Allah

Terkait taubat-maksiat-taubat-maksiat dan syaithon



Ampunan Allah sangat luas, maka bersegeralah menuju ampunan Allah.

Kisah masyhur tentang pemuda yang membunuh 99 orang + 1 orang lalu taubat dan meninggal di dalam taubatnya. Namun kali ini kita tidak akan membahas kisah masyhur tersebut.

Kali ini kita akan membahas sebuah hadits qudsi. Allah yang berkata langsung melalui perkataan Rasulullah;

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata,

“Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:

Allâh Azza wa Jalla berfirman,

‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku,

niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi

kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mem…

Nikmatnya Iman Ingin Kita Rasakan

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Sudahkah kita merasakan kenikmatan itu? Kalau senang bersyukur, kalau susah bersabar

Jika belum, kuy belajar
belajar ilmu untuk mendapat harta? no no no, sudah mainstream dan kita lah yang menjaga harta, tidak membawa ketenangan hanya membawa kesusahan dan "kesenangan" yang silih berganti.

belajar ilmu untuk menjadi mukmin? ilmu lah yang menjaga kita, membuat ketenangan hati sesuai sabda Rasulullah Muhammad ﷺ yan…

Asiknya menyertakan Allah dalam UKMPPD

7 Langkah Menikmati UKMPPD part #2  Melanjutkan cerita kemarin di 7 Langkah Menikmati UKMPPD. Jika kemarin kita sudah membahas nomor satu yaitu; UKMPPD adalah ujian kompetensi, bukan ujian Seleksi. dan nomor dua yaitu Penuhi hak-hak Allah,jika Allah menginginkan kamu lulus UKMPPD, kamu pasti lulus UKMPPD.Sekarang kita membahas apa manfaatnya kalau sudah melaksanakan dua langkah tersebut
Saudaraku tentu gelisah atau bahasa gaulnya nervous (sering dibaca nerves) pasti terjadi di setiap hal yang menunutut kita keluar dari zona nyaman. Salah satunya adalah hari H ujian atau bahkan persiapan ujian, gelisahnya bukan main. Perasaan gelisah ini sangat tidak nyaman bukan? Setiap orang ingin menghilangkannya dengan caranya masing-masing. 
Ada orang yang olah nafas, ada yang belajar lebih giat, dan ada pula yang tawakkal sama Allah. Tidakkah kita menyadari bahwa orang yang hanya bersandar pada dirinya, usahanya, dan apa pun selain Allah memiliki dua ending. Jika ia lulus maka kelulusannya tidak…