Langsung ke konten utama

Postingan

Sukses itu Relatif? Inilah sukses yang sebenarnya

Sunnah tentang Cita-cita

bahasa Indonesia + Matan hadits:

dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, , Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يُؤْتَى بِأَنْعَم أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً ، ثُمَّ يُقَالُ : يَا ابْنَ آدَمَ؛ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ يَا رَبِّ.

وَ يُؤْتَى بِأَشَدِّ النَاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطٌّ، وَ لَا رَأَيْتُ شِدَّةٌ قَطٌّ.

“Pada hari kiamat akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai manusia, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku…
Postingan terbaru

Anak Saya Laki-laki atau Perempuan Dok?

Pertanyaan seperti itu bisa jadi 99.5% yang kita jumpai ketika USG kehamilan. Sedangkan 0.5% "anak saya sehat dok? (dan yang serupa)"

Setelah sesi USG berakhir, kebanyakan guru kita mendidik "Kenapa ya masyarakat sekarang selalu bertanya jenis kelamin. Padahal kan yang lebih penting adalah kesehatan si bayi"

dan detik ini saya menemukan bagaimana Islam mengajarkan hal tersebut

Islam itu sempurna, tidak perlu ditambah dan tidak pula dikurangi (dengan tidak memelajarinya)


copyright to amgah.blogspot.com

sumber video:
- https://www.youtube.com/watch?v=4moMil1hX_c&t=66s&index=8&list=PLUuYlj8dcEXaK50VPcPUdI6UEtqGiVTrx

Cerita Malam Jumat

Ada orang meninggal, salah satu anggota keluarganya paham agama.

Dia bahagia dengan kepergian anggota keluarganya di hari Jumat. Karena yakin akan sabda Rasulullah tentang meninggal di hari jumat.

Di lain cerita ada anggota keluarga yang menangis histeris hingga teriak teriak. Padahal Allah melarang nya melalui sabda rasulNya.

Ternyata... Belajar ilmu agama ngaruh banget ya.. "dulu aku merasa mereka berlebihan dalam beragama. Ternyata aku lah yang terlalu mencintai dunia"

Allâh Azza wa Jalla berfirman:  وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. [Al-A’lâ/87: 17]

copyright to amgah.blogspot.com

Sumber gambar:
- https://www.nbcnews.com/better

Sungguh beruntung

Sungguh beruntung orang yang menjadikan Qur'an sebagai dasar keputusannya.
Ketika orang lain bersandar pada manusia. Ia bersandar kepada yang menciptakan manusia, Allah Azza wa Jalla

Sungguh beruntung orang yang belajar Qur'an dari pemahaman Rasulullah dan sahabatnya.
 Ketika orang lain memahami Qur'an dari ucapan manusia biasa. Ia memahami Qur'an dari sebaik-baiknya manusia yaitu Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam serta sebaik-baiknya generasi manusia yaitu sahabat Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam.

Sungguh beruntung orang yang mau kembali kepada Allah.
Ketika orang lain kembali kepada dunia. Ia kembali kepada Pencipta dunia dan Penguasa akhirat, Allah Azza wa Jalla.

Sungguh beruntung orang yang meninggalkan perdebatan karena Allah.
Ketika orang lain mencari ridho manusia. Ia mencari ridho Allah Azza wa Jalla.

copyright to amgah.blogspot.com

sumber gambar:
-encrypted-tbn0.gstatic.com/

Sejarah yang Dipelintir

"Ingatlah saudara! kalian punya nenek moyang (nama jenis manusia purba)"
***

Cerita manusia purba membuat kita lalai, lupa bahwa dari zaman dulu manusia itu sudah beragama dan pintar. Kita dipaksa memahami bahwa manusia purba itu "bodoh", tidak punya agama dan tidak paham IPTEK. Berkayakinan dinamisme dan animisme, serta hanya mampu memakai peralatan sederhana untuk menyambung hidup.
Padahal kaum 'Ad dan Tsamud adalah sebagian kecil contoh bagaimana peradaban zaman dulu pun sudah pintar. Mereka memahat gunung untuk dijadikan rumah. Mereka punya agama (yang seharusnya diemban) yaitu meng-Esakan Allah. Namun karena durhakanya kepada Allah, mereka mulai menyembah selain Allah. Lalu Allah kirimkan utusanNya dan berlanjutlah ceritanya (seperti di video yang kami lampirkan).
Sejatinya tugas manusia di bumi adalah menyambung hidup dengan beribadah kepada Allah. Sedangkan mengimani manusia purba versi buku-buku sejarah membuat kita memahami bahwa tugas manusia di bumi …

Doakan Saudaramu

Kisah dari Ibnu Katsir رحمه الله, tentang 'Umar bin Khattab رضي الله عنه,
"Ada orang dari Syam yang sering bertemu dengan 'Umar (yang saat itu sudah menjadi amirul mukminin). Suatu saat orang tersebut tiba-tiba hilang dan 'Umar sudah jarang sekali melihatnya. 'Umar pun bertanya 'kemana si fulan?' lalu ada yang menjawab 'sekarang beliau futur, sering mabuk' 
'Umar pun mensurati orang Syam tersebut:
*** غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ Allah, Maha mengampuni dosa, Maha menerima taubat, ketika (Allah) menghukum, maka hukumannya sangat keras. (Namun) Karunianya amat luas. Tidak ada tuhan selain Allah yang berhak disembah secara benar. Hanya kepada Allah lah kita kembali' ***
Lalu 'Umar berkata, doakan saudara kalian, semoga Allah membukakan hatinya dan menerima taubatnya
Orang Syam tersebut pun menerima surat 'Umar, ia berulangkali membaca surat dari Umar. Lal…

False "Terbaik"

rasyid

Read more https://almanhaj.or.id/2054-akan-muncul-dai-dai-yang-menyeru-ke-neraka-jahannam.html
rasyid

Read more https://almanhaj.or.id/2054-akan-muncul-dai-dai-yang-menyeru-ke-neraka-jahannam.html
rasyid

Read more https://almanhaj.or.id/2054-akan-muncul-dai-dai-yang-menyeru-ke-neraka-jahannam.html
rasyid

Read more https://almanhaj.or.id/2054-akan-muncul-dai-dai-yang-menyeru-ke-neraka-jahannam.html x "pelajarannya : yang menurut kita "terbaik" bisa jadi hanya false "terbaik"
y "berarti harus punya ilmu ya, nentuin mana yg terbaik

Sebagian dari kita bilang kepada sebagian yang lain "kamu jangan merasa paling benar sendiri"

Padahal hakikatnya dia sedang mengatakan "akulah yg paling benar sendiri"

baca juga: standar ganda, menjawab "jangan merasa paling benar sendiri"

Maka pastilah benar sabda Rasulullah ﷺ

'siapa yang hidup sepeninggalku pasti kalian akan menjumpai banyak perselisihan. Maka berpegang teguhlah pada …