Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Koas Obsgyn dan Purworejo; A Night to (not) Remember

Part 1 Prelude


Malam itu tampaknya berjalan seperti malam-malam biasanya. Putar-putar rumah sakit dari belakang hingga depan,  mencatat, menulis, dan mencoba mengambil hikmah dari setiap langkah. Rutinitas jaga malam 24 jam. Sampai akhirnya di persimpangan antara kamar bersalin-bangsal utama-dan ICU.

"mas-mas ini pasiennya"
"waduh mba mau dibawa ke mana?"
"ICU"
*hening* sambil ikut bantu membawa brankar ke ICU

Kurang lebih pukul 21.00 sebuah perjalanan "rutin" dimulai. Padahal sekitar pukul 19.00 pasien ini dalam  keadaan sadar dan cukup baik, hanya dalam waktu 2 jam langsung mengalami penurunan kesadaran lalu dibawa ke ICU.

Sesampainya di ICU langsung dilakukan tindakan medis. Ketika saya mencoba menstetoskop dada pasien -- bahasa awamnya auskultasi paru -- saya mendapatkan ada yang tidak beres pada paru-paru pasien tersebut. Benar saja ketika dilakukan penyedotan paru, didapatkan banyak sekali cairan yang bercampur darah dan kita sebut penyaki…

1001 Malam Koas ObGyn FK UGM

Sekapur sirih koas obgyn, minggu pertama dan kedua: Pembekalan. Biasanya akan ada kuliah refreshing di week 1, mengingatkan kita kembali apa yang dulu ada di S1. Kalau bentukannya workshop (ada manekin), beranilah untuk mencoba dan juga berani memberi kesempatan pada teman yang lain. Kuliah bisa dibilang salah satu kegiatan favorit kita. Karena selain kuliah, kegiatan kita adalah jaga malam, jaga bangsal, dan jaga poli.

Jaga poli sebenarnya menyenangkan, poli obstetrik. Perawatnya sangat ramah dan sahabat koas banget. Beliau mengerti kegiatan apa yang perlu kita lakukan agar mendapat ilmu di RS ini. Beliau juga suka ngajak ngobrol kalau poli saat itu sudah bebas kerja. Di poli obs saat itu saya merasa dimanusiakan dan kita berinteraksi layaknya sedang bekerja. Baik-baik sama beliau, kita bisa menjadi bermanfaat dan benar-benar perannya sebagai koas.

Jaga bangsal dan jaga malam, Hm, "1001 malam yang kulewati bersamamu tidak mampu dikalahkan oleh malam bersama siapa pun dan apa pu…

Buat apa Ngajar Koas?

waktu itu salah seorang dosen kami berbicara "taugak kalian kampus kalian bayar berapa ke kita? XXX per semester. ada seorang teman saya yang kerja di rs swasta ngomong ke saya, Piip ngapain sih kamu di rs y? ngajar koas dapet berapa sih?' saya jawab aja, ya situ dapet duit, tp saya dapet amal jariyah"artikel ku kali ini kubuat untuk menghargai jasa guru-guru kami yang sudah menyempatkan waktunya. mereka punya keluarga yang perlu diurus, punya kesibukan yang harus dikerjakan, dan punya tugas yang harus diselesaikan. namun di tengah-tengah itu semua, beliau-beliau yang keren masih mau menyediakan waktu ntuk para koasnya.di Sleman kami bertemu dr. laili Sp.OG dan dr. Ahmad Priyadi Sp.OG. beliau berdua beberapa kali memberikan kesempatan kepada kami untuk tindakan dan percaya sepenuhnya pada kami. contoh; saat operasi sesar kami diberi kesempatan jadi asisten steril dan beberapa kali dibimbing, kadang diminta melakukan suatu tindakan. kalau orang X masih memandang kami sebe…

Malam Minggu ala Koas Obgyn UGM

Karena partus-partus sebelumnya selalu ngeliat ibu teriak-teriak kesakitan. kali ini saya memberanikan diri untuk megang pasien dari awal sampai akhir. bisa gak ya ibunya lebih nyaman lebih tenang sehingga gak teriak?

setelah ngobrol-ngobrol, sambil edukasi cara mengejan, dan bagaimana sakitnya kontraksi his itu. saya ambil kesimpulan ada beberapa kebutuhan si ibu yang belum terpenuhi agar dapat menjadi lebih tenang. 1) anak pertama, belum tau pengalaman lahiran normal 2) ada kerenggangan antara pasien dan penunggu saat itu 3) suaminya seperti takut dan si istri pengennya suami memberanikan diri

berdasarkan sok tau itu saya coba memberanikan diri untuk edukasi. supaya kebutuhan nomor 1 terpenuhi. alhasil bener aja si ibu penasaran terhadap beberapa hal dan cukup banyak bertanya. di akhir kita tutup dengan kalimat2 yang semoga aja bisa menguatkan si ibu dalam menahan rasa sakitnya.

sambil evaluasi persalinan (meletakkan tangan di perut ibu untuk menilai kontraksi his) di tengah-tengah …