Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Akhir Juli 2017

بارك الله
1.
Palembang 2013
"Halo, aku Amgah dari UGM”
“Hoy, gue Tranggana dari Unpad, ini sebelah gue yang agak bule namanya Gwetta. Itu di sana yang punya pacar sendiri namanya Anty. Kita semua dari Unpad”
Bandung 2014
"Gah, ini wajib kamu foto. Tebing Instagram, pokoknya semua yang pernah ke tebing ini pasti difoto terus dimasukkin ke Instagram”
“hahaha iya Nty bentar. Nyalain HP dulu”
“Nanti kalau udah pokoknya harus kamu tulis ya. Aku tunggu di amgah.blogspot.com”
“siap bos” http://amgah.blogspot.co.id/2014/12/bandung-25-desember.html


Yogyakarta 2017
*liat video persembahan dari kakak tingkat untuk mahasiswa baru di kampusnya Anty*
"Oi Nty LOL banget muka mu di situ"
"HAHAHAHAHAHA GAHHH MUKAKUUU. Piye kabarmu Gah?"
"Baik alhamdulillah. Masih koas nih. Kamu apa kabar? Rencana kapan akad?"
"Rencana tanggal XXX gahhh tolong diagendakan yahhh"

Barakallahu lakum wa baraka alaikum (mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kali…

Kotonoha no Niwa

言の葉の庭
1.
Waktu itu jam tangan menunjukkan 11.30. Aku duduk bersila dan bingung, apa lagi yang bisa dikerjain ya? Sudah berapa kali ornamen masjid kuamati dan memang takkan ada perubahan. Karpet hijau membentang dari depan hingga belakang, dinding yang dihiasi dengan waktu shalat, mimbar Masjid dengan lafadz Allah, dan mikrofon yang belum dikumandangi azan dzuhur. Aku yang datang bersama temanku, dia menolak untuk diganggu dan sedang asik dengan HPnya. Akhirnya aku melihat tumpukan buku dan di antaranya ada kitab Riyadhus Shalihin. Wah lumayan lah baca-baca, daripada bengong.

Tidak sulit mengambil buku itu di antara tumpukan buku yang lain. Bagian sulitnya adalah memahami isi buku tersebut. Setelah melihat daftar isi kuputuskan untuk membaca bab 3. Sabar. Aku heran dengan kata sabar. Sering sekali kata itu muncul dari mulut orang-orang "Sabar ya." Sebenarnya apa sih yang dimaknai dari kata "sabar"? ketika ribuan orang bilang "sabar ya" apakah semua orang t…

Virus Ceria di Tengah Pancaroba

拝啓  Di suatu senja ketika matahari mulai terbenam, sebagai koas yang tengah jaga malam aku seperti biasa pergi ke bangsal. Koas pun menyapa "sore pak/sore bu" namun tak ada balasan, dilihat pun tidak. "pak/bu saya di sini loh. saya di sini" dalam hati. Adakah selama ini aku menyapa sendiri? yah bertepuk sebelah tangan. Baiknya senyumin aja, siapatahu yang disapa sedang ada masalah besar atau pernah disakiti oleh koas (jangan salah, banyak juga koas kurang ajar soalnya).

Fenomena macam itu sejujurnya cukup sering saya alami sebagai koas, namun perlu penilitian lebih lanjut. Hipotesa saya dari 10 sapaan, ada sekitar 3-4 yang pungguk merindukan bulan. tapi yang saya sayangkan, fenomena tersebut malah mendorong koas untuk berhenti menyapa duluan. Apakah karna takut cinta tak berbalas? atau ada faktor lain? beberapa bilang "buat apa nyapa tapi dijutekkin?" Benar juga sih. Aku pun kadang enggan menyapa karena takut. Padahal, kadang rezeki dimulai dari sapaan, l…