Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Kisah 2 Pemimpin

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Aku merasakan 2 kepemimpinan muslim yg berbeda jauh. Jangan fokus menerka siapa pemimpinnya tapi fokuslah kepada masalah yang akan aku ceritakan. Bisa aja pemimpin itu malah diriku sendiri, lalu aku ceritakan sebagai bahan pelajaran untuk kita semua.

Pemimpin A:
muslim, loyal terhadap muslim, kalau kita ngingetin solat, dia ikut solat, kalo ada dilema dan dia punya ilmu agama, dia ikutin agama di atas akal (contoh; *contohnya vulgar sehingga tidak aku ceritakan, tapi kalian pasti paham firman Allah mana yang sering didebat oleh orang*). Orang yang imannya hanya sampai lisan bakal punya banyak alasan untuk mendebat Qur'annya Allah. tapi orang yang beriman cukup "karna Allah nyuruh kita begini"

pemimpin B:
muslim, loyal terhadap orang yang kufur kepada nikmat Allah. pun tidak, maka ia banyak melakukan dosa besar* (contoh; seneng ghibah) atau punya banyak sifat kemunafikan* (membenci apa yg dilakukan orang beriman dan m…

Keliru Makna Nasihat, Apa yang Benar?

Nasihat dalam bahasa Indonesia berarti ajaran/pelajaran baik: anjuran. [dan lebih lengkapnya ada di https://www.kbbi.web.id/nasihat]. Tahukah kita bahwa nasihat adalah serapan bahasa arab? Nasihat dalam bahasa Arab النَّصِيْحَةُ ternyata maknanya lebih luas dari nasihat dalam bahasa Indonesia.

Ternyata  النَّصِيْحَةُ  bermakna menginginkan kebaikan untuk yang lain. Caranya? apapun itu. sehingga nasihat dalam bahasa Indonesia hanya sebagian kecil dari makna nashihah yang sesungguhnya. Maksudnya; memberikan anjuran/pelajaran baik hanya sebagian kecil dari makna menginginkan kebaikan untuk yang lain.

Mendoakan orang lain adalah nashihah, sedekah kepada orang yg membutuhkan adalah nashihah. segala sesuatu yang merupakan bentuk dari menginginkan kebaikan untuk yang lain adalah Nashihah .Apakah perbedaan ini salah? tidak

Arti dari suatu kata diserahkan kepada masing-masing pemilik bahasa. Namun ketika membahas suatu konteks pembahasan, harus dikembalikan lagi kepada konteks yang sesungguhn…

Enaknya (Bos) Ngaji

waktu itu bulan ramadhan, menjelang 10 malam terakhir

pemberi kerja/si bos (y): "x, gaji bulan ini udah saya transfer, tolong dicek"

x "oke pak/bu. besok mulai lagi (pekerjaannya)?"

y "gausah. kamu fokus aja mencari malam yang lebih baik dari 1000 bulan"

x "masyaaAllah... beneran pak/bu? tapi berarti saya makan gaji buta dong? saya kembalikan 3/4nya ya? (cuma kerja 1/4 bagian)"

y "enggak, tolong diterima. Itu sodaqoh saya"

baik banget pemberi kerja. telah mengetahui keutamaan malam lailatul qadr dan membebaskan pegawainya untuk mencarinya.

semoga Allah memudahkan rizkinya, memberinya kebaikan, dan mengumpulkan orang-orang berilmu seperti bapak/ibu tersebut dalam surgaNya

***
Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا …