Langsung ke konten utama

Semangat Kemerdekaan dari Film LOTR

Jam laptopku menunjukkan pukul 22:49. Siapa sangka tanganku memilih untuk menari di atas keyboard. Tanganku ingin menyuarakan suara semangat kemerdekaan. Semangat yang aku dapat setelah menonton film Lord of The Ring. Ada hikmah yang belum tergali dari film ini, dan ternyata berhubungan dengan semangat kemerdekaan Indonesia. Aku menggalinya dan menemukannya tepat sesaat sebelum hari berganti menjadi 17 Agustus 2012. Dirgahayu Republik Indonesia.

***

 Sam: And sometimes you didn't want to know the end. Because how could the end be happy?

How could the world go back to the way it was when so much bad had happened?

But in the end, it’s only a passing thing, this shadow. Even darkness must pass. A new day will come. And when the sun shines it will shine out the clearer.

Those were the stories that stayed with you. That meant something, even if you were too small to understand why. But I think, Mr. Frodo, I do understand. I know now.

Folk in those stories had lots of chances of turning back, only they didn’t. They kept going, because they were holding on to something.

Frodo: What we are holding onto sam?

Sam: There is some good in this world and it's worth fighting for.

***
 
Folk in those stories had lots of chances of turning back, only they didn’t. They kept going, because they were holding on to something.
Karakter di cerita-cerita pahlawan, selalu punya kesempatan untuk kabur. Tapi mereka TIDAK
LARI, mereka TETAP BERJUANG. Karena mereka memegang teguh sesuatu.

What we are holding onto sam?
Apa yang kita pegang teguh, Sam?

There is some good in this world and it's worth fighting for.
Masih ada kebaikan di dunia ini, dan itu patut diperjuangkan.

Perjuangan bangsa Indonesia bukan berarti berhenti di proklamasi! Inilah perjuangan yang masih berkobar. Apinya tak padam oleh hembus angin kegelapan. Kehangatan api kebaikan selalu dirindukan setiap orang. Masih ada orang-orang yang bertahan untuk mempertahankan kehangatan api kebaikan.

There is some good in this world and it's worth fighting for. It's WORTH fighting for. Masih ada kebaikan di dunia ini. dan itu PATUT untuk diperjuangkan. Kobarkan api kebaikan untuk Republik Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koas Mata di FK UGM

15 April 2016, stase THT resmi berakhir. Senang karena telah rampung 1 stase, senang karena semakin dekat dengan kelulusan, senang THT dapat berakhir bahagia. Yeyeyeyeyey akhirnya selesai juga. Namun di saat yang sama, tiba-tiba rindu datang bersama langkah kaki yang menjauhi THT.                 Mata adala stase ke-2ku setelah THT. Jadwal kelompokku adalah jadwal yang terbilang “unik”. Stase-stase kecil (stase 4 minggu) ditaruh di awal, lalu stase besar (10 minggu) semua berderet di akhir. Pepatah berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian sama sekali tidak dapat diterapkan pada kasus kami. Peribahasa kami adalah bersenang-senang dahulu lalu berenang tergopoh-gopoh kemudian. Sekarang kita akan masuk ke dalam dunia mata, dunia yang terdiri dari sebuah bola dengan berbagai macam struktur di dalamnya. Tahukah kamu bahwa salah satu struktur di mata bernama iris, iris merupakan bahasa latin yang berarti pelangi. Apakah Jamrud ketika membuat lagu pelangi di matamu dia belajar kedokteran?…

Intermezzo Metafisis, Struktur Tulang dan Analoginya

1. Diafisis: bagian tengah, yang panjang
2. Epifisis: bagian ujung ujung, proximal dan distal (pangkal dan akhir)  3. Metafisis: di antara. Saat tulang masih tumbuh terbentuk metafisis di antara epifisis (ujung) dan diafisis (tengah). Seperti ada celah agar tulang bisa menambah panjangnya. Kalau tidak ada celah tersebut tulang seperti tidak bisa bergerak karena sudah tak ada ruang kosong. “Celah” / ruang di antar tersebut terisi oleh epifisial growth plate. 

Saat tulang sudah berhenti tumbuh, epifisal growth plate akan hilang terganti oleh epifisial line. Lucu ya, epifisial growth plate seperti “memberikan” ruang pada tulang agar ia dapat tumbuh. Namun ketika ia sudah tumbuh, tulang “menggantikan”nya dengan yang lain, yaitu epifisial line. 
Jika dianalogikan dengan kehidupan seperti tak tahu diuntung. Namun jika dilihat dari sisi yang lain, mungkin saja si epifisial growth plate tidak ikut tumbuh bersama tulang. Sehingga tulang menjadi “terlalu baik” unt…

Mengapa Aku Menikah Part 1

Prolog
Berulang kali tulisan ini aku biarkan terkatung dalam daftar draftKenapa harus aku post? orang yang tidak percaya akan menghina minimal mengingkari. Orang yang percaya tak perlu repot-repot baca ini karna sudah percaya. Orang yang bingung? hm. Karena terhenti pada kalimat tanya itu akhirnya memberanikan diri untuk merampungkan Mengapa Aku Menikah.
Cukup banyak yang bertanya "kok bisa sih? gimana ceritanya?" tak sedikit pula yang meminta "di post dong di blog" Pertanyaan bisa kujawab namun postingan blog kadang kutolak.  Modal dari membaca ini mungkin sebuah keraguan. Aku pun menikah berawal dari keraguan, dulu aku ragu karena sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang mainstream aku tak punya penghasilan. Namun waktu berjalan akhirnya menyadari bahwa keraguanku bukan semata-mata karena penghasilan. Keraguanku muncul akibat aku lemah ilmu, tak punya ilmu mengenai pernikahan.
Tak perlu aku jelaskan panjang lebar mengenai pencarian orang, siapa jodohku?. Kare…