Langsung ke konten utama

Ujian Nasional Kedokteran dan Ujian Internasional Manusia

Sebagai wujud mengembalikan produktivitas blog di tengah himpitan waktu, amgah.blogspot.com sekarang membuat CPPH, cerita pendek penuh hikmah. Rada maksa dikit singkatannya

Ujian Nasional Kedokteran dan Ujian Internasional Manusia
 Kedua hal tersebut diberi tanda kutip

di tengah hiruk-pikuk belajar, tiba-tiba seorang teman berkata
"gah, kayaknya aku berlebihan dalam belajar ukmppd"
aku pun menjawab kurang lebih "oya? kenapa kamu ngerasa gitu?"
"aku kemarin abis ikut kajian, di sana ada bahas tentang berlebih-lebihan. kalau orang lain berlebihan dalam bercanda. sepertinya aku berlebihan dalam belajar"
"gak apa apa belajar ukmppd. emang kewajiban sebagai calon dokter. Tinggal gimana seimbangin sama belajar ilmu agama. Perumpamaannya simpel

#1 kita calon dokter, mahasiswa kedokteran, tanda kutip takut sama ujian kedokteran. Takut gak lulus, ngeri gak lulus, atau ingin memberikan yang terbaik agar lulus dan menjadi dokter yang baik.

#2 Di satu sisi kita juga muslim, takut sama Allaah, takut sama kehendak Allaah di hari kiamat. Takut gak lulus di hari pembalasan, ngeri azab neraka, atau ingin memberikan yang terbaik agar lulus dan masuk surga dan menjadi muslim yang baik.

Untuk #1 kita sudah belajar ukmppd. Nah untuk #2 sudahkah kita belajar ilmu agama Allaah?

copyright to amgah.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Tips Koas IPD FK UGM

Banyak sekali hal-hal yang tidak tertulis dalam peraturan namun dalam kenyataan sangat dipegang. Contoh; ketuk pintu saat hendak memasuki ruangan. Pastilah kertas peraturan semakin penuh jika setiap peraturan tidak tertulis ikut ditulis. Sayangnya masih ada saja beberapa koas yang mungkin lupa kalau ada hal tersebut. Oleh karena itu kewajiban bagi koas yang ingat untuk mengingatkan. Kalau yang lupa tidak mau mengingatkan, semoga Tuhan mengingatkannya. Namun, kita di sini tidak membahas peraturan tak tertulis melainkan tips tak tertulis. Beberapa tempo lalu -- di sini -- aku telah menuliskan bagaimana koas dituntut untuk memiliki inisiatif. Namun sayangnya, pendidikan kita tidak sinergis untuk mendidik kami menjadi pribadi inisiator. Contoh? Ada bagian dimana salah menginisiasi berakibat fatal, lebih baik manggut-manggut angguk-angguk. Lalu hadirlah artikel ini yang semoga dapat membantu Anda jika ingin IPD lebih bermanfaat. Tentunya pembaca lain sangat diundang untuk berbagi ...

Terima Kasih Dokter Thomas

#Koas FK UGM Ilmu Penyakit Dalam RSUD Banjarnegara Hari ini tugas refleksi kasus kami rampung *yeay*. Namanya dr. Thomas Effendi spesialis penyakit dalam. Konsulen kesayangan kami di Banjarnegara yang sangat kami hormati. Kebaikan hati beliau disimpan oleh puluhan mungkin ratusan koasnya. Sebut saja dr. Endro, residen penyakit dalam yang dulu koas di tempat yang sama, masih menyimpan kesan betapa baiknya dr. Thomas.                 ‘ One of the best consultant and teacher that I ever met’ terkesan berlebihan memang. Namun, kalau kita tanya ke pensiunan koas IPD Banjarnegara, siapa yang tidak mengiyakan? Kebaikan pertama: sudah jadi omongan langit bahwa koas IPD di Banjar benar-benar menjadi dokter muda. Loh kan situ memang dokter muda?. Yes, tapi tidak melulu dokter muda bisa menjadi dokter muda. Di Banjar, kita benar-benar memanajemen pasien, keputusan kita benar-benar dianggap. Kasarnya hidup matinya...

Ahli Sunnah

Ahli --- A "saya seorang ahli membangun rumah" B "tolong pak, saya mau bangun rumah" A "maaf mas, saya gak bangun rumah"  *** A "saya seorang ahli kebidanan" *pasien mau melahirkan* A "maaf saya gak menolong melahirkan" *** A "saya ahlussunnah wal jama'ah" *adzan solat fardhu untuk berjama'ah di masjid A "maaf saya gak solat fardhu jama'ah di masjid" *** Semoga Allah menghindarkan kita dari sikap tersebut. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tergelincir. Begitu pula setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mencari hidayah. Semoga Allah memberikan taufikNya agar kita terus mencari dan menjaga hidayah copyright to amgah.blogspot.com