Langsung ke konten utama

Postingan

Tak Harus

Tak perlu kau katakan bahwa cuaca hari ini akan cerah ketika aku dapat melihat awan-awan yang berbicara tentang hujan.  Tak usah kau katakan bahwa masakan yang kau buat telah dingin ketika aku dapat menangkap uap yang meloncat dari mangkok ke udara. Mengapa kamu berbicara tentang air ketika yang ada hanya api? Padahal kita sama sama dapat membedakan wujud api dan air seperti membedakan lalu dan kini.  Apakah kacamataku yang salah ataukah kita yang tak mau mengakui?  Apakah harus kau katakan ‘pasti’ ketika tak ada yang pasti di dunia ini? Bukankah yang pasti hanyalah perubahan itu sendiri.   copyright to amgah.blogspot.com (lagi iseng nyobain bikin puisi kecil2an)

Inilah aku bersama keajaiban-keajaiban "kecil" di sekitarku

18 desember 2014 bisa dibilang sebagai titik balik yang paling aku rasakan di bulan ini. jika diumpamakan dari tanggal 16 des ke 17 ibarat jalan cuma belok 30 derajat. sedangkan perubahan yang ada dari 17 ke 18 ibarat jalan beloknya sampai 180 derajat. Pada tanggal 17 aku mengalami beberapa hal kurang menyenangkan yang aku tuangkan dalam sebuah "puisi" tanpa tutup. Berikut "puisi"nya: "Inilah aku dengan segala perubahan dalam hidupku. Cukup lucu melihat bagaimana telur yang cair berubah menjadi padat ketika ditaruh di atas penggorengan dan kompor yang menyala. Bagaimana mie yang awalnya kurus-kurus menjadi gemuk-gemuk ketika aku tinggal ke toilet. Atau bagaimana telur dan mie yang panas tiba tiba menjadi dingin karena ulah angin yang aku sendiri tak tahu wujud angin seperti apa. Inilah aku yang berperang melawan diriku sendiri. Ketika diriku yang lama berkata A namun diriku yang baru berkata B. Terdapat konflik di antara dua pribadi yang beda walaupun dalam...

Belajar Gagal dari Koran Bahasa Inggris

Malam ini aku membaca jakarta post entah yang tanggal berapa. Di sana ada artikel yg memuat tentang kegagalan. Setiap orang memiliki kegagalannnya masingmasing. Namun yang menjadi masalah di artikel tersebut adalah bagaimana seseorang memahami arti dari kata gagal. Di artikel tersebut, sang penulis mengkritik mediamedia yang terlalu sering hanya menunjukkan kesuksesan seseorang. Penulis "meminta" agar media juga menunjukkan kegagalan orang yang sukses tersebut. Loh kok kenapa kegagalan harus dipamerkan? Sang penulis mengatakan bahwa jaman sekarang ini banyak sekali orang yang memandang kegagalan sebagai suatu hal yang menyeramkan sehingga lebih baik menghindari kegagalan. Penulis bersikeras mengatakan bahwa seharusnya kita berani menghadapi kegagalan. Karena dari setiap kegagalan kita bisa belajar banyak hal. Gagal bukanlah monster yang harus dihindari, gagal adalah hal yang harus dikuasai. Ucap sang penulis secara implisit. Penulis juga memberikan argumen lainnya bahwa d...

Sisi lain tanggung jawab

Hari ini merangkum beberapa hari yang lalu. Aku belajar sisi lain dari tanggung jawab. Melalui mereka (eb amsa indonesia), aku belajar bahwa tanggung jawab adalah hal yang telah kamu pilih dalam hidupmu. Mau seperti apa pun keadaan fisikmu, keadaan rumahmu, atau pun keadaan batinmu yang namanya tanggung jawab adalah amanah yang harus tetap dikerjakan sebaik mungkin. Meskipun itu sulit, biarlah shalat dan sabar sebagai penolongmu. Dan percayalah Allah tidak membebani hambaNya melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Melalui mereka (amsa uns) aku belajar bahwa tanggung jawab sebagai ketua menuntut dirimu dapat menjadi bahu untuk mereka bersandar atau telinga untuk mereka bercerita. kata 'mereka' adalah kata sakral yang harus didahulukan daripada kata 'aku'. Ketika anggota berkata "aku capek, aku capek dgn semua yg ada. Aku pgn istirahat" seorang ketua berkata "aku capek tapi kamu juga capek. Urusanku biarlah menjadi urusanku dan urusanmu biarlah menjadi ur...

Sembunyi, kamis malam menuju jumat subuh

Dapet cerita2 inspiratif dari hasil ngobrol sama fredy, ngobrol sama repre, dan "ngobrol" sama kehidupan. Selalu aja ada cerita menarik yang disembunyikan beberapa orang. Cerita ttg perjuangan bantu finansial orang tua, cerita tentang menerima kehilangan dan harus menjadi berbeda dari orang pada umumnya, atau pun cerita tentang perjuangan orang yang mau merubah kesalahannya dan mencoba memulai hidup "baru" yang lebih baik. Aku pun belajar kembali agar tidak egois, menganggap diri sendiri sebagai orang dengan beban terberat. Belajar kembali agar tak mudah mengeluh karna setiap keluhan yang keluar dari bibir dapat menyakiti orangorang yang punya beban lebih berat. Terakhir, belajar kembali bahwa sepatutnya setiap prasangka dijawab oleh kepastian, bisa jadi suatu kebaikan disembunyikan oleh orang lain. Siapatau orang yg sering kita omongin kejelekannya/keanehannya ternyata punya cerita inspiratif yang akhirnya membuat mulut hanya bisa terdiam, otak hanya bisa merekam...

Memanusiakan Manusia, versiku di FK UGM

Latar belakang: Pertama, ada sebuah event dari panitia rekrutmen AMSA-UGM; Menugaskan maba meminta pesan&kesan dari kakak kelas AMSAnya tahun 2012 ke atas Kedua, keluhan terhadap sikap mahasiswa fk yang cenderung negatif (contoh 1. Bertindak tidak sopan pada dosen 2. Membiarkan orang tua untuk menunggu lift sesi selanjutnya cat; ada tangga 3. Ada keluarga pasien di gedung RP tapi mahasiswa ketawa terlalu keras, dsb) Dua hal tersebut jadi topik yang menarik untukku beberapa hari ini (selain sakit dan tugas yang numpuk). Singkat cerita, hari kamis sore aku belajar di perpus dan kebetulan ketemu velly. Pas kita lagi belajar, dateng berduyunduyun temanteman dari angkatan 2014. "Kak boleh kenalan gak?" Dalam hati: waduh apaan nih, oiya baru inget kalau mereka dapet tugas suruh ketemu kaka kelas AMSAnya. Alhasil aku dan velly ditarik keluar untuk berkenalan. Seusai kelompok yang pertama. Kelompok kelompok lain mulai berdatangan. Dalam hatiku; waduh gaenak banget bikin perp...

Setengah dan satu

Setengah; "Gaenak banget sakit di saat banyak kerjaan. Deadline laporan praktikum, learning objective, workplan, responsi (ujian praktikum), belum di tambah kerjaan organisasi. Dulu sakit ya istirahat tenang memandang langitlangit, sekarang sakit istirahat gak tenang mandangin jadwal, harus pinter bagi waktu antara istirahat sama ngerjain tugas yang benarbenar urgent dan mesti diselesaiin saat itu juga." Satu; "terima kasih cuma sakit biasa. Walaupun hari pertama gabisa ngapa2in tapi istirahat besoknya langsung baikan. Setidaknya pernah nyicil belajar jadi pas ujian pengetahuannya gak 0. Workplan sama laporan praktikum masih sanggup dikerjain dan ada temen yang bantu. Pas lusanya baikan, langsung bisa kerjain kerjaan organisasi walaupun beberapa LO week ini msh ada yang ngutang" ---- Dulu di suatu hubungan profesional. Aku pernah bekerja dengan salah seorang yang agak berbeda Setengah; "Wah kok si x dibbm gakbales. Di sms gakbales. Aku kan gaenak ngejar...