Langsung ke konten utama

Postingan

Aku dan Dunia Baruku #1

“Untuk Pindah, elektron memancarkan atau membutuhkan energi. Sama seperti manusia ketika pindah dari satu fase kehidupan ke fase kehidupan lainnya.” – Amgah Buku itu aku buka kembali, aku ingin mengintip beberapa foto yang kusimpan baik-baik. Detik berganti menit, intip berganti tertarik. Semakin lama semakin banyak halaman yang aku balik. Terlalu banyak kata untuk kuceritakan padamu. Namun izinkanku untuk menceritakan beberapa “kalimat” penting dari ceritaku. *** Part One Kalimat pertama: “Ketika tidak ada opsi ‘kabur’ di dalam sebuah pertempuran. Kamu tinggal memilih cara bagaimana kamu akan bertempur”                 Hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para Master of Ceremony (MC). Terang saja karena hari itu mereka akan ditonton oleh ribuan bahkan puluhan ribu orang. Namun hal itu berbeda dari kami sebagai penonton. Sebagian dari kami tidak menginginkan rangkaian acara ini re...

Jakarta Lautan Manusia

Inilah jakarta, ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kota ekonomi, kota lautan manusia. Udara di sini semakin dikit saja sejak kutinggal enam bulan yang lalu. Tempat berjalan dan berpijak pun semakin terpetak petak dan setiap petak makin kecil. Hari ini aku memijakkan kaki di Jakarta dan langsung melihat lautan manusia. Ramai sekali di sini, jika saja aku tak kuat maka aku akan terbawa arus. Itulah Jakarta, kota yang menuntut setiap insan yang mulai dewasa untuk kuat. Kuat dalam ekonomi, kuat dalam agama, atau pun kuat dalam menghadapi tekanan mental. Siapa saja yang tidak kuat akan menjadi korban dari Jakarta. Terombang-ambing dalam lautan manusia. Tak punya pijakan, tak punya arah, tak punya tujuan. Akan tetapi Jakarta dengan segala keunikan dan keanehannya tetap menjadi kota yang memiliki daya tarik. Namun, hati-hati karena di jakarta yang seharusnya A dapat menjadi B. Jika tak memiliki pengalaman, pastikan memiliki teman yang amanah. Jika...

Ketika Bersamamu

Cerita ini bukan tentang dua sejoli yang merajut cinta Cerita ini tentang 40 teman yang merajut persahabatan Aku teringat saat 3 tahun lalu ketika 40 teman masih menjadi satu. Sebuah kesenangan sendiri bagiku untuk masuk sekolah. Padahal ini bukanlah sebuah TK, melainkan sebuah SMA. Semua berawal ketika aku melihat foto tim bola forty vincitory. Itulah tim bolaku, dan itulah kelasku. Forty vincintory, 40 pemenang, 16 laki-laki dan 24 perempuan. 3 tahun yang lalu. Kami memulai sebuah perjalanan dengan 41 awak. 40 temanku + 1 ibu. Ibu tersebut bernama Bu Darmi. Seorang ibu penyabar yang menuntun anak-anaknya untuk terus berkembang. 2 tahun kami bersama dalam jenjang kelas 11 & 12 Ketika bersamamu di tim mini-soccer 2 tahun lalu, kejuaraan sepakbola angkatan & sekolah. Zaman-zaman keemasan karir sepakbola ku . Menjadi juara 3 di cup angkatan, juara 2 di liga angkatan, dan juara 1 di liga sekolah merupakan sebuah pencapaian yang menakjubkan. Mengangkat trof...

Hangatmu dan Hangatku

Halooo, karena kesibukan yang melandaku akhir-akhir ini aku sekarang jadi jarang menulis. Akan tetapi, blog ini akan terus berusaha aku update setidaknya satu bulan sekali. Nah untuk menulis artikel yang sekarang, aku mendapat beberapa bahan dari temanku. Ini adalah tulisan dari seseorang yang tidak mau disebut namanya. Silahkan menikmati: Hangatmu dan Hangatku “Tak ada satu orang pun yang tahu bahwa kita akan bertemu. Sampai saat itu tiba ketika aku berjumpa dengan dirimu. Aura yang terpancar darimu berhasil menarik perhatianku. Senyummu yang manis menambah keyakinanku bahwa ada sesuatu di dalam dirimu. Kita pun berkenalan dan saling bertukar pikiran. Saat itu aku marah pada waktu, mengapa engkau begitu cepat berlalu. Rasanya aku ingin menambah beberapa detik lagi untuk terus bisa bersamamu. Sebelum akhirnya aku menyadari bahwa hal yang berlebihan justru memperburuk sesuatu. Hari demi hari ketika kau datang dalam hidupku. Perlahan kau memperingan bebanku dan melembutk...