Langsung ke konten utama

Postingan

Part 3: Hitam

Sekuel dari 4 Jam Mencari Ember: Sebuah Perjalanan Tak terduga part 1: Langkah Pertama part 2: Kecewa atau Semangat. Meratap atau Bergerak part 3:  Hitam Jogjakarta – masih di hari di mana aku harus menemukan ke-tujuh ember – pukul 11.45, perjalanan menuju pasar kli**kan. Jika aku selamat sampai pasar kli**kan, maka perjalanan ini adalah momen pertamaku masuk pasar di Jogja. Bayanganku tentang pasar kli**kan adalah pasar tradisional di mana orang-orang murah senyum berkumpul untuk melakukan transaksi jual-beli. Tempat di mana hasil kerja keras menanam pangan akan di jual dan tempat berkumpulnya senyuman setelah melihat hasil kerja keras halal telah terbayar. Aku biarkan bayanganku mengawang sampai aku tiba di pasar tersebut.   Jarum jam menunjukkan pukul 12 lewat 5 menit, tapi aku belum juga menemukan pasar kli**kan. Lima belas lewat lima menit telah kuhabiskan di perjalanan menuju pasar kli**kan, hampir 2 jam telah aku telan untuk mencari ke-tujuh ember. ...

Breaking News: Buku Magis

Sabtu 9 Februari 2012, saya Abdi Marang Gusti Alhaq melaporkan berita khusus langsung dari bogor. Hari ini seharusnya aku menjalani jadwal liburanku. Namun, sebuah buku yg baru saja aku beli "memaksaku" untuk menuliskan ini. Aku bersama seluruh kru yg bertugas, bersama tab, bersama wi-fi, bersama kesadaran penuh dan jiwa ragaku ingin melaporkan sebuah buku bagus. "Doctor the ordinary me. Kok masih ada yang mau jadi dokter." Sebuah karya dari dr. Yose Waluyo yg berhasil menyihir tanganku untuk menari di atas keypad virtual tabku ini. Buku ini berisi catatan perjalanan seorang dokter. Cerita yang disajikan penuh makna dan pelajaran hidup. Mata untuk membaca, otak untuk berpikir, dan hati untuk bersikap, 3 hal yang dibutuhkan ketika membaca buku ini. Cerita tersedia dengan bahasa yang blak-blakan, to the point, ringkas tapi mampu menyentuh. Semua cerita dari yang bikin naik darah sampai turun air mata terangkum dalam buku ini. Ciri-ciri fisik buku: tidak begitu tebal...

Part 2: Kecewa atau Semangat. Meratap atau Bergerak

Tepat pukul 11.00 aku tiba di tempat yang dijanjikan, aku lihat ke dalam tempat penampungan dan ternyata aku menemukan hanya 2 ember cat bekas Part 2: Kecewa atau Semangat. Meratap atau Bergerak Kecewa adalah perasaan pertama yang terlewat dalam benakku. Aku langsung menghubungi kembali sang kontraktor, ternyata memang yang ada hanya 2, itulah yang tersisa. Sejenak aku menghela nafas, mencoba membersihkan kekecewaan dan membuangnya bersama nafas yang dalam. Waktu yang kuhabiskan akan lebih berharga untuk mencari ember dibanding meratapi nasib cuma mendapat 2 ember. Lagipula, seharusnya aku lebih bersyukur telah mendapatkan 2 ember secara cuma-cuma. Setelah menyimpan 2 ember di bagasi, menutup bagasi, dan akhirnya duduk di jok supir. Aku tersadar bahwa aku tak punya tujuan yang pasti. Rekan kerjaku juga tak tahu tempat pasti untuk mencari ember bekas. Perlahan jalanan terutup “kabut”, pencarian ini akan menjadi pencarian buta. Sama seperti mencari jodoh, kita tidak ...

4 Jam Mencari Ember: Sebuah Perjalanan Tak Terduga

Part 1. Langkah Pertama Hari itu - hari yang aku lupa tanggalnya – aku dan satu orang rekan kerjaku mencari ember untuk acara edufunction.   Ember ini bukan ember biasa, ember ini harus yang paling besar dan bekas, besar dan bekas. Edufunction, singkatan dari education, fun, and action, sebuah acara amal yang digagas oleh AMSA UGM. Acara ini bertempat di sebuah yayasan yatim piatu di Jogjakarta. Acara ini bertujuan memberikan pengetahuan dan kebahagiaan kepada anak-anak di sana.                  Edufunction membutuhkan 7 ember cat untuk dihias. Konsep acara yang dilontar adalah menyulap barang-barang tak berguna menjadi berguna. Barang yang beruntung kali ini adalah ember cat, ia akan disulap menjadi sebuah tong sampah. Aku yang merupakan bagian dari panitia perlengkapan edufunction bertanggung jawab akan ketersediaan ember cat.            ...

Mengisi Kekosongan

Bukan maksudku untuk membuat artikel ini sebagai wadah galau. Judul mengisi kekosongan bukan berarti kosong hati, alias kesepian, alias hampa. Bukan itu ya, mengisi kekosongan di sini adalah mengisi blog yang sudah lama tak di isi. Namun karena kesibukan penulis, tulisan ini bukan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Tulisan kali ini campur-campur, campuran petikan kata yang terangkai penuh makna. Cerita tentang 4 jam mencari ember belum dapat diterbitkan karena masih dalam proses. Penulis sedang menghadapi masa-masa menantang di perkuliahan, terima kasih telah menunggu :D Segera setelah ujian, aku mau menulisnya + ada 1 cerita baru tentang perjalanan menarik bersama AMSA (Asian Medical Student Association) UGM. *** Memilih Keputusan yang sepaket dengan Risiko “dalam memilih 1 keputusan , dipikirin secara matang matang bukan berarti lama, bukan juga berarti buru-buru Terus commit sama 1 keputusan itu dan jika mau bahagia, itu adalah keputusan yang memang dari...