Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label basicshealth

Koas Malang Koas (tak) disayang: Terusir dari rumah sendiri

Dengan segala hormat dan rasa sayang, artikel ini tidak bermaksud menjelek-jelekan siapa-pun dan apa-pun. Namun suara harus didengar dan kejadian harus dilihat. Dengarkanlah kami anakmu sendiri, dengarkanlah suara kecil kami bercerita tentang perintilan kehidupan kami. Lihatlah kami yang asli, bukan kami yang kau dengar dari mulut orang lain. Lihatlah kami di sini, kami bukan seperti apa yang mereka ceritakan, kami punya cerita kami sendiri. *** Matahari saat itu belum muncul, masih mengintip malu-malu di antara pukul empat dan lima. aku saat itu masih duduk polos sambil membereskan bekas sedekap dan rukuk. Tak dipungkiri rutinitas membuka HP tiap pagi juga kulakukan seperti orang pada umumnya. Namun rutinitas pagi itu tak seperti biasanya, suasana hati seketika berubah dan seharusnya sumbuku lebih panjang. "kakak2 dan teman2, sekedar info saja dan juga mau tanya. ini ruang konsultasi dokter di IGD RS *piip* yang biasanya buat tempatnya koas sekarang dikunci terus. Katanya...

Ketika Gigi Tidak Lagi 32, Evolusi?

Saat kita sekolah dasar, bu guru selalu bilang bahwa gigi manusia saat kita sudah gede ada 32. Namun, seiring dengan perubahan zaman terjadi evolusi mini, gigi manusia dewasa tak lagi selalu 32. Banyak orang menjadi 28, bukan karena giginya copot. 28 gigi ini biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah terpapar perubahan gaya hidup serba instan.                 4 Gigi yang diberitakan hilang adalah molar the third, molar terakhir. Gigi molar ketiga ini menjadi lumrah jika tak muncul. Setelah aku cek sumber penelitian, ternyata penelitian sudah mulai dilakukan di tahun 90an. Dipercaya, molar ketiga berhenti muncul salah satunya karena terjadi perubahan gaya hidup.                 Penjelasan simpelnya: Makanan yang instan dan mudah ditelan membuat proses pengunyahan menjadi mudah. Tubuh berpikir bahwa tanpa molar ketiga pun man...

Intermezzo Metafisis, Struktur Tulang dan Analoginya

1. Diafisis: bagian tengah, yang panjang   2. Epifisis: bagian ujung ujung, proximal dan distal (pangkal dan akhir)      3. Metafisis: di antara. Saat tulang masih tumbuh terbentuk metafisis di antara epifisis (ujung) dan diafisis (tengah). Seperti ada celah agar tulang bisa menambah panjangnya. Kalau tidak ada celah tersebut tulang seperti tidak bisa bergerak karena sudah tak ada ruang kosong. “Celah” / ruang di antar tersebut terisi oleh epifisial growth plate.  Saat tulang sudah berhenti tumbuh, epifisal growth plate akan hilang terganti oleh epifisial line. Lucu ya, epifisial growth plate seperti “memberikan” ruang pada tulang agar ia dapat tumbuh. Namun ketika ia sudah tumbuh, tulang “menggantikan”nya dengan yang lain, yaitu epifisial line.  Jika dianalogikan dengan kehidupan seperti tak tahu diuntung. Namun jika dilihat dari sisi yang lain, mungkin saja si epifisial growth plate tidak ikut tumbuh ber...

Mengenal Autism Spectrum Disorder

        Kali ini saya membahas tentang ASD, mengapa terinspirasi ASD? karena dalam waktu dekat AMSA-UGM akan melakukan Event of The Year 2014 dengan tema "Embracing differences, promoting togetherness" tujuannya untuk meningkatkan kepekaan terhadap ASD. Info lengkap   Oleh karena itu, saya belajar lagi mengenai ASD dan artikel ini hasilnya. Oiya, ada satu film bermakna yang saya tonton sebelum menulis ini. Film berjudul "Taare Zameen Par" / "Every child is special" hasil olahan produser Aamir khan yang juga menggarap "Three Idiots" Dua film yang mampu mengubah cara pandang bahwa hidup ini mudah dan indah, hanya saja ada stigma yang menjadi penghalang.                                               ...