Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesehatandasar

Enaknya Korek Kuping dan Pentingnya Kotoran Telinga

Minggu pertama April adalah minggu terakhirku di Klaten. Dua minggu di sini sudah cukup merampungkan satu album kenangan indah, mulai dari lagu tentang kedokteran hingga lagu tentang pertemanan. Stase luar kota dapat dibilang ladang subur untuk bercocok pengalaman, namun hanya untuk petani-petani yang memang ingin bercocok tanam. Pengalaman pertama. Jika kuis family 100 memiliki pertanyaan “Penyakit telinga apakah yang paling sering didapatkan oleh Amgah ketika koas?” Maka MC akan bilang “survey membuktikan bahwa penyakit THT yang paling banyak didapatkan Amgah adalah!!! Jeng jeng jeng… kelainan liang telinga” Apa saja? Radang (Otitis Eksterna) dan sumbatan kotoran telinga (cerumen prop). Kasus pertama yang dibahas sekaligus kasus yang lebih berat adalah Otitis Eksterna. Kasus ini unik, sangat unik, karena hampir 80% dari Otitis Eksterna Difusa (OED) disebabkan oleh korek kuping -- seprintil cotton bud --  dan 60% pasien masih tetap ingin meneruskan hobi korek kupingn...

Tenggorokan Bolong dan Belatung di Telinga dari sisi Medis

Judul Normal: Bahaya Merokok dan Pentingnya Menjaga Kebersihan Pikiran serta Lingkungan Ada satu renungan yang kudapatkan di koas minggu pertama. Hari ini dapet kasus dengan faktor risiko sering merokok akhirnya harus dioperasi tenggorokannya (Total Laryngektomi) karena udah jadi kanker laryng (tenggorok) kasinoma sel skuamosa. Semoga pasien diberi kekuatan dan kita diberi pencerahan serta kesadaran tentang bahaya merokok. Mau berhenti merokok tapi bingung gimana cara yang ampuh? Dateng aja ke sardjito ada layanan berhenti merokok Lalu aku juga mendapat 2 kasus IGD; yang pertama sepertinya kasus psikosomatis (tidak ada masalah pada badan, tetapi dicurigai ada masalah pada pikiran [terlalu cemas]) dan kasus kedua neonatal myasis (nahloh apatuh). Jaga hari ini dibimbing oleh dokter Rangga. Beliau merupakan dokter yang cerdas dan gentle dalam melakukan tindakan. Contoh; beliau mengambil benda asing di telinga bayi yang menjerit kesakitan dengan sangat apik. Dokter R...

Forum Stop TB Partnership Indonesia

        Mengutip Qur'an surat al-insyirah "Bersama kesulitan ada kemudahan" contoh nyatanya adalah bersama OSCE ada liburan. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) adalah ujian keterampilan untuk para calon dokter. Kalau di TK ada uji menganyam, di SD ada uji keterampilan melipat baju dan menyetrika, di SMP uji jungkir balik saat olahraga, maka di kuliah kedokteran ada OSCE. OSCE di UGM dilaksanakan di akhir semester genap, momok utama sebelum liburan. Di sana kita di uji berbagai keterampilan yang disesuaikan dengan kurikulum. Salah satu contohnya adalah keterampilan sirkumsisi atau bahasa mudahnya sunat.        Singkat cerita, setelah OSCE dilalui munculah liburan. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat. Di liburan kali inilah aku dikejutkan dengan undangan rapat Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI). Ternyata walau pun liburan, hal bernama rapat tetap harus dihadiri. Akan tet...

Ketika Gigi Tidak Lagi 32, Evolusi?

Saat kita sekolah dasar, bu guru selalu bilang bahwa gigi manusia saat kita sudah gede ada 32. Namun, seiring dengan perubahan zaman terjadi evolusi mini, gigi manusia dewasa tak lagi selalu 32. Banyak orang menjadi 28, bukan karena giginya copot. 28 gigi ini biasanya dialami oleh orang-orang yang sudah terpapar perubahan gaya hidup serba instan.                 4 Gigi yang diberitakan hilang adalah molar the third, molar terakhir. Gigi molar ketiga ini menjadi lumrah jika tak muncul. Setelah aku cek sumber penelitian, ternyata penelitian sudah mulai dilakukan di tahun 90an. Dipercaya, molar ketiga berhenti muncul salah satunya karena terjadi perubahan gaya hidup.                 Penjelasan simpelnya: Makanan yang instan dan mudah ditelan membuat proses pengunyahan menjadi mudah. Tubuh berpikir bahwa tanpa molar ketiga pun man...

Intermezzo Metafisis, Struktur Tulang dan Analoginya

1. Diafisis: bagian tengah, yang panjang   2. Epifisis: bagian ujung ujung, proximal dan distal (pangkal dan akhir)      3. Metafisis: di antara. Saat tulang masih tumbuh terbentuk metafisis di antara epifisis (ujung) dan diafisis (tengah). Seperti ada celah agar tulang bisa menambah panjangnya. Kalau tidak ada celah tersebut tulang seperti tidak bisa bergerak karena sudah tak ada ruang kosong. “Celah” / ruang di antar tersebut terisi oleh epifisial growth plate.  Saat tulang sudah berhenti tumbuh, epifisal growth plate akan hilang terganti oleh epifisial line. Lucu ya, epifisial growth plate seperti “memberikan” ruang pada tulang agar ia dapat tumbuh. Namun ketika ia sudah tumbuh, tulang “menggantikan”nya dengan yang lain, yaitu epifisial line.  Jika dianalogikan dengan kehidupan seperti tak tahu diuntung. Namun jika dilihat dari sisi yang lain, mungkin saja si epifisial growth plate tidak ikut tumbuh ber...