Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivation

Kepada yang Aku Sayang

Baik yang meyayangi atau pun tidak, dan bukan untuk keluarga karena berbeda ungkapan, mereka lah yang pertama dan utama *** بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Aku memuji Allah Rabb semesta alam yang dengan kuasaNya mempertemukan kita di sini Sholawat serta salam kepada nabi Muhammad ﷺ       Semoga Allah memberikan taufikNya agar kita mampu mengamalkan agamaNya menjadikan kita orang yang ketika diberi nikmat bersyukur, diuji - bersabar, dan menjatuhkan diri dalam maksiat -  meminta ampunan kepadaNya *** Tadi pagi bertemu dengan orang yang sangat was-was karena menderita penyakit X. Ketakutan dengan penyakit yang dialaminya.  Alih-alih menerima, ia panik bukan main, bertanya ini-itu yang tidak diperlukan dan hanya menambah ketakutan. Di satu sisi kita harus memahami ketakutannya. Di sisi lain sampai kapan kita membiarkan saudara-saudara kita terus menjadi manusia yang tidak mampu mengenal Tuhannya? (catatan: penyakit yang ia alami seben...

Tidak Pantaskah?

Katakan ekstrak kulit manggis, konstruksi iklan mengatakan ekstrak itu baik. Orang tanpa ilmu tetapi berilmu dengan konstruksi sosialnya, baik karena iklan atau omongan orang pasti menganggap "ekstrak itu baik". Karena yang diketahui adalah baik, berasal dari konstruksi sosial. Akan tetapi orang yang memiliki ilmu di bidang tersebut akan kritis. Ekstrak kulit manggis itu beneran baik? atau b aja? atau malah harmful? Kalau ini baik, seberapa banyak yang dibutuhkan? apakah bisa menjadi tidak baik kalau terlalu banyak? Ia akan mendalami dan menemukan jawaban apakah ekstrak kulit manggis benar benar baik atau tidak. Logika ini juga berlaku untuk Islam, jenggot, cadar, dan tidak isbal (cingkrang) yang sekarang ini banyak disalahpahami. orang-orang yang berilmu akan terus mendalami dan mencari kebenaran orang-orang yang belum berilmu akan tersetir oleh konstruksi sosial orang cenderung mengikuti konstruksi sosial karena mudah, tidak perlu research, dan tidak perlu belaj...

Asiknya menyertakan Allah dalam UKMPPD

7 Langkah Menikmati UKMPPD part #2  Melanjutkan cerita kemarin di 7 Langkah Menikmati UKMPPD . Jika kemarin kita sudah membahas nomor satu yaitu; UKMPPD adalah ujian kompetensi, bukan ujian Seleksi. dan nomor dua yaitu Penuhi hak-hak Allah , jika Allah menginginkan kamu lulus UKMPPD, kamu pasti lulus UKMPPD . Sekarang kita membahas apa manfaatnya kalau sudah melaksanakan dua langkah tersebut Saudaraku tentu gelisah atau bahasa gaulnya nervous (sering dibaca nerves) pasti terjadi di setiap hal yang menunutut kita keluar dari zona nyaman. Salah satunya adalah hari H ujian atau bahkan persiapan ujian, gelisahnya bukan main. Perasaan gelisah ini sangat tidak nyaman bukan? Setiap orang ingin menghilangkannya dengan caranya masing-masing.  menjelang UKMPPD tanpa tawakkal Ada orang yang olah nafas, ada yang belajar lebih giat, dan ada pula yang tawakkal sama Allah. Tidakkah kita menyadari bahwa orang yang hanya bersandar pada dirinya, usahanya, dan apa pun selain...

7 Langkah Menikmati UKMPPD

Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, halo! Kali ini kita akan mengupas Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Pasti sudah banyak tips dan trik lulus UKMPPD, lalu kenapa masih dibuat lagi? Menurut hemat saya, sebagian orang ikut ujian tanpa menyertakan ruh-nya. Belajar tapi tidak menikmati Apalah gah, ruh opo toh. | Lah gak nyertain ruh darimana? belajar dari terbit matahari sampai terbit lagi? | ngomong opo toh le....  Saya melihat kekuatan UKMPPD begitu besar dibanding ujian-ujian stase koas. Sebagian orang yang takut tidak lulus, ketakutannya tersebut membuat ruhnya terpisah dari jasadnya. Sebagian orang belajar UKMPPD hanya menggunakan jasad, belajar UKMPPD tetapi tidak menikmati hidup. Hidupnya hanya untuk UKMPPD dan kebutuhan primer; makan, belajar, tidur, belajar, makan, tidur, belajar, belajar, makan, belajar, dan berlanjut hingga hari ujian tiba. Belajar dan menikmati Inilah 7 Langkah Menikmati UKMPPD, dibuat oleh mahasiswa...