Nol kilometer di Jogja adalah titik paling menarik sepanjang jalan malioboro. Berbagai macam acara maunya diselenggarakan di sini. Ratusan orang silih berganti lalu-lalang untuk berwisata minimal untuk jalan, entah jalan kaki atau pakai kendaraan. Nol adalah suatu angka yang unik di sini. Akan tetapi tidak demikian di sekolah. Murid-murid tidak mau mendapatkan nol. Siapa yang mau ujiannya dapat nol? Eh ternyata ada. Mereka mau nol, tetapi nolnya dua lalu ada angka satu di depan kedua angka nol tersebut. Kali ini nol menjadi sebuah paradox, antara tidak mau dan mau. Mungkin kalau aku kembali membahas angka nol, kita akan muak terhadap ini. Sebenarnya apa yang ingin disampaikan sehingga harus ke malioboro dan sekolah dulu. Aku ingin menyampaikan bahwa nol tidak hanya sekadar ucapan di SPBU "pak mulai dari 0 ya". Ucapan tersebut bukan hanya sekadar kewajiban yang harus diucapkan karyawan karena kalau tidak akan kena marah atasan. Ada sesuatu di sana. Ada sesuatu y...