Langsung ke konten utama

Iblis ikut Sholat


Ada diskusi dari 1 orang di suatu negara, yang kurang lebih mengatakan
"saya lebih baik solat bersama iblis. daripada harus merapatkan shof. shof itu ajaran kelompok tertentu. saya malah bersyukur iblis mau ikut sholat"

maka saya sampaikan, meluruskan dan merapatkan shof adalah ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menghina ajarannya, tidakkah sama dengan menghina beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Era digital membuat hadits shohih begitu banyak tersebar. silahkan mencari di sumber-sumber terpercaya akan kita temukan begitu banyak hadits shohih tentang lurus dan rapatnya shof.

Lalu iblis ikut sholat bukan karena taubat. melainkan murni untuk selalu mengganggu manusia dalam sholatnya. Pernahkah kita temukan ayat di quran bahwa iblis taubat dan masuk surga? iblis adalah musuh abadi manusia hingga hari kiamat dan tempat kembalinya hanyalah neraka.

berikut salah satu hadits shohih tentang lurusnya shof. dan ini adalah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan,

اِسْتَوُّوا وَلَا تَـخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ

Luruskan, dan jangan berselisih (dalam lurusnya shaf), sehingga hati kalian menjadi berselisih.

Kata Ibnu Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan di atas, sambil mengusap pundak-pundak makmum. (HR. Muslim 122).

sumber https://konsultasisyariah.com/22323-imam-memerintahkahkan-makmum-untuk-merapatkan-shaf.html

***
Relakah kita jika negara kita dipimpin oleh orang yang mencela nabi kita?

copyright to amgah.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Tips Koas IPD FK UGM

Banyak sekali hal-hal yang tidak tertulis dalam peraturan namun dalam kenyataan sangat dipegang. Contoh; ketuk pintu saat hendak memasuki ruangan. Pastilah kertas peraturan semakin penuh jika setiap peraturan tidak tertulis ikut ditulis. Sayangnya masih ada saja beberapa koas yang mungkin lupa kalau ada hal tersebut. Oleh karena itu kewajiban bagi koas yang ingat untuk mengingatkan. Kalau yang lupa tidak mau mengingatkan, semoga Tuhan mengingatkannya. Namun, kita di sini tidak membahas peraturan tak tertulis melainkan tips tak tertulis. Beberapa tempo lalu -- di sini -- aku telah menuliskan bagaimana koas dituntut untuk memiliki inisiatif. Namun sayangnya, pendidikan kita tidak sinergis untuk mendidik kami menjadi pribadi inisiator. Contoh? Ada bagian dimana salah menginisiasi berakibat fatal, lebih baik manggut-manggut angguk-angguk. Lalu hadirlah artikel ini yang semoga dapat membantu Anda jika ingin IPD lebih bermanfaat. Tentunya pembaca lain sangat diundang untuk berbagi ...

Kepada yang Aku Sayang

Baik yang meyayangi atau pun tidak, dan bukan untuk keluarga karena berbeda ungkapan, mereka lah yang pertama dan utama *** بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Aku memuji Allah Rabb semesta alam yang dengan kuasaNya mempertemukan kita di sini Sholawat serta salam kepada nabi Muhammad ﷺ       Semoga Allah memberikan taufikNya agar kita mampu mengamalkan agamaNya menjadikan kita orang yang ketika diberi nikmat bersyukur, diuji - bersabar, dan menjatuhkan diri dalam maksiat -  meminta ampunan kepadaNya *** Tadi pagi bertemu dengan orang yang sangat was-was karena menderita penyakit X. Ketakutan dengan penyakit yang dialaminya.  Alih-alih menerima, ia panik bukan main, bertanya ini-itu yang tidak diperlukan dan hanya menambah ketakutan. Di satu sisi kita harus memahami ketakutannya. Di sisi lain sampai kapan kita membiarkan saudara-saudara kita terus menjadi manusia yang tidak mampu mengenal Tuhannya? (catatan: penyakit yang ia alami seben...

Ahli Sunnah

Ahli --- A "saya seorang ahli membangun rumah" B "tolong pak, saya mau bangun rumah" A "maaf mas, saya gak bangun rumah"  *** A "saya seorang ahli kebidanan" *pasien mau melahirkan* A "maaf saya gak menolong melahirkan" *** A "saya ahlussunnah wal jama'ah" *adzan solat fardhu untuk berjama'ah di masjid A "maaf saya gak solat fardhu jama'ah di masjid" *** Semoga Allah menghindarkan kita dari sikap tersebut. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk tergelincir. Begitu pula setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mencari hidayah. Semoga Allah memberikan taufikNya agar kita terus mencari dan menjaga hidayah copyright to amgah.blogspot.com